Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan hasil survei dan audit gedung-gedung tinggi di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin terhadap pemeriksaan ketaatan pengelolaan air gedung.
Anies menuturkan sebanyak 80 bangunan di Jalan Sudirman-Thamrin yang dilakukan pemeriksaan oleh tim pengawasan terpadu.
"Dari 80 bangunan itu yang bisa diperiksa ada 77, tiga karena dalam proses finishing satu, satu karena sudah tidak ada lagi hidungnya sudah dihancurkan dan satu adalah kedutaan besar Jerman yang tidak diperiksa karena masih memerlukan proses perizinan lewat Kementerian Luar Negeri," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/4/2018).
Anies menuturkan pihaknya akan menindak tegas gedung-gedung yang melanggar bukan hanya menindak rakyat kecil yang melakukan pelanggaran.
"Masalah yang ada di sekitar Sudirman Thamrin yang terkait dengan lingkungan hidup telah dilakukan oleh pengelola pemilik gedung yang secara skala ekonomi sebenarnya sangat kuat. Yang mereka bisa melakukan semua hal yang diwajibkan oleh Perda. Karena itu saya menggarisbawahi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di sini itu bukan pelanggaran yang sifatnya karena kebutuhan, tapi pelanggaran yang sifatnya karena keserakahan, keinginan untuk mengurangi biaya, keinginan untuk meningkatkan keuntungan yang justru punya dampak kepada lingkungan hidup," kata dia.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun menyebut dari 77 gedung-gedung yang diaudit, sebanyak 37 gedung tidak memiliki sumur resapan. "Sudah saatnya kita mulai mendisiplinkan agar semua gedung-gedung di sini memiliki sumur resapan. Kemudian kolam resapan hanya ada 10 gedung yang punya kolam resapan. luasnya juga cuman 8.000 M3," ucap Anies.
Tak hanya itu, terkait dengan pengolahan air limbah, ada 49 yang sudah memiliki instalasi pengolahan air limbah dan 35 gedung sudah berlangganan PD PAL Jaya. Ia juga menyebut ada temuan penggunaan septic tank dari salah satu gedung di Jalan Sudirman-Thamrin.
"Lalu ada 35 yang berlangganan dengan PD PAL, tapi ini unik di Jalan Sudirman Thamrin masih ada gedung yang pakai septic tank. Padahal kita tau pengolahannya tidak bisa hanya dengan septic tank. Ini biasanya di rumah-rumah pun dengan skala ukuran yang kecil hari gini rasanya sudah outdated sekali , tapi itulah kenyataannya," kata dia.
Lebih lanjut, Anies menuturkan sebanyak 56 gedung yang memiliki sumur dengan kedalaman lebih dari 200 meter, dan 33 gedung tidak memiliki izin atau sudah habis izinnya.
Baca Juga: AFF Cup Tak Kalah dari Piala Eropa, Ini Buktinya
"Kita melihat kenyataan ini, tadi saya katakan di awal sering sekali kita hanya memperhatikan pelanggaran yang kelihatan mata. Yang rakyat kecil lakukan, yang fagang difoto diviralkan. Yang ini pelanggaran yang membuat permukaan air tanah kita turun yang buat permukaan tanah kita turun yang ini yang jarang diperhatikan. Bahkan saya bicara juga dengan pak Beni, cerita bahwa selama ini kita belum pernah melakukan pemeriksaan kepada semua yang besar-besar seperti ini. Saya ingin tegaskan bahwa Jakarta harus menjadi kota yang berkeadilan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Anies Baswedan Tulis Surat Menyentuh untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi
-
Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat
-
Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda