Suara.com - Aswardi, anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kota Madiun, meninggal dunia setelah berjibaku menyelamatkan nyawa putranya yang tertimbun reruntuhan atap rumahnya, Sabtu (14/4/2018).
Panca Bagus Andrianto (20), tidak menyangka, Sabtu pagi itu merupakan akhir perjumpaannya dengan sang ayah, Aswardi.
Dia tidak menyangka ayahnya meninggal dunia dalam sebuah kisah tragis yang baru saja menimpa keluarganya. Sang ayah menolongnya dari reruntuhan bangunan yang menimpa tubuhnya.
Suasana duka menyelimuti rumah yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Gang Sepuhan, RT25/RW9 Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, saat wartawan Madiunpos—jaringan Suara.com ke sana, Sabtu siang.
Puluhan orang memadati halaman rumah dan sebagian mengenakan seragam loreng khas Banser. Aswardi merupakan salah satu anggota Banser Kota Madiun.
Aswardi tercatat sudah belasan tahun mengabdikan diri sebagai anggota di badan otonom ormas Nahdlatul Ulama (NU) itu.
Panca Bagus Andrianto menceritakan, saat itu dirinya masih tidur di kamarnya sekitar pukul 06.30 WIB.
Sedangkan ayah bersama ibunya, Toinem, juga berada di rumah setelah semalaman berjualan makanan di Alun-alun Kota Madiun yang lokasinya hanya sekitar 200 meter dari rumahnya.
Tiba-tiba sekitar pukul 07.00 WIB, atap dan tembok yang ada di kamarnya roboh. Material bangunan menimpa tubuh pemuda lulusan SLTA itu.
Baca Juga: Ade Armando Akhirnya Bertemu Damin Sada di Kantor Polisi
Aswardi langsung masuk ke kamar itu dan menyelamatkan Panca dari timbunan reruntuhan bangunan itu.
"Ayah saya memegang tangan saya dan kemudian menarik tubuh yang sudah tertimbun material bangunan," jelas dia kepada Madiunpos.com, di sela-sela pemakaman ayahnya.
Setelah berhasil diselamatkan, Panca yang mengalami luka-luka di bagian kepala dan beberapa bagian tubuhnya langsung dilarikan ke RSUD Sogaten.
Namun, justru sang ayah yang kemudian berada dalam kondisi kritis.
Debu yang sangat pekat dari reruntuhan bangunan itu dihirup Aswardi dan menjadikan dadanya sesak.
Aswardi yang memiliki riwayat jantung mengalami sesak nafas dan setelah itu langsung dibawa ke RSUD Dr Soedono Madiun.
Berita Terkait
-
Anggota Banser NU Tewas Demi Selamatkan Buah Hatinya
-
Kecelakaan KA Sancaka, Perbaikan Rel Diperkirakan Rampung Kamis
-
Kejar Mobil yang Tak Mau Ditilang, Polisi Lalu Lintas Malah Tewas
-
Terjaring Razia, Siswa SMP Menangis Sembari Peluk Motornya
-
Risma Bantu Suprijadi yang Jalan Kaki ke Surabaya Demi Obati Anak
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat