Suara.com - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi berharap calon penggantinya nanti bisa melanjutkan program yang sudah ada di TNI AL. Selain itu, pembinaan prajurit juga harus ditingkatkan.
"Alutsista dan menjamin kesiapan operasional Angkatan Laut untuk mampu melaksanakan fungsi pertahanan negara di laut, dan berikutnya intensitas kerja sama dengan semua instansi," ujar Ade seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).
Kerja sama dengan institusi terkait sangat penting. Sehingga diperlukan komunikasi yang baik pada semua lembaga dan instansi.
"Instansi itu penting karena 'jaman now' itu tantangan cepat berubah. Berikutnya adalah modus-modus juga banyak bervariasi sekarang. Tapi alhamdilillah, selama saya memimpin itu bisa terselesaikan, dan itu akan jadi tantangan ke depan," kata dia.
Selain itu, Ade mengatakan wilayah perbatasan, wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), illegal fishing, dan illegal mining, juga harus menjadi fokus utama penggantinya nanti.
"Dan penyelundupan narkoba, kemudian juga penyelundupan TKI," kata Ade.
Sebelumnya Ade pernah mengenalkan lima orang calon penggantinya. Mereka adalah Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya TNI Arie Soedewo.
Kemudian Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Letnan jenderal TNI (Mar) R.M. Trusono, dan Komandan Jenderal Akademi TNI Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji.
Satu dari kelima nama di atas akan menggantikan posisi Ade. Siapa dia?
Baca Juga: 1 Juni Purnatugas, KSAL Kenalkan Calon Penggantinya
"(Kriterianya) pertama perwira tinggi Angkatan Laut. Itu kita bisa melihat dari para perwira yang profesional, yang bisa melanjutkan," kata Ade.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR