Suara.com - Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal Pol (Purnawirawan) Budi Gunawan mengatakan bahwa Indonesia kini tengah menghadapi gempuran berbagai ideologi. Situasi ini tentu bisa mengancam kebhinekaan Indonesia jika tak segera diantisipasi.
Peringatan ini disampaikan BG saat memberikan kuliah umum dalam Munas VI BEM PTNU Se-Nunsantara di kampus III Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/4/2018) yang dihadiri oleh seluruh pengurus BEM PT NU sejumlah 272 kampus.
Dalam kuliah umum trsebut, BG menyampaikan bahwa pasca perang dingin, saat ini Indonesia berada di tengah-tengah pertarungan ideologi yang mempengaruhi cara pandang masyarakat Indonesia sebagai sebuah bangsa.
"Termasuk di antaranya ideologi radikal yang membawa semangat pan-islamisme, ideologi komunis yang berupaya mempengaruhi kebijakan negara terhadap kelompok proletar, serta kebijakan ultra nasionalisme Amerika Serikat untuk mendorong imperialisme dan dominasi AS di dunia," kata BG dalam keterangan resmi, Minggu (29/4/2019).
Kontestasi ideologi-ideologi ini melahirkan perebutan pasar ideologi dan pencarian ideologi alternatif. Situasi ini ditambah dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memudahkan orang untuk mencari nilai-nilai atau ideologi yang sesuai dengan keyakinannya.
Di AS sendiri saat ini terjadi pertarungan ideologi antara liberalisme yang mempunyai prinsip pasar bebas dengan nasionalisme proteksionis yang mengedepankan prinsip “America First” untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Pertentangan ini bahkan telah membentuk polarisasi di masyarakat AS dan menimbulkan kegamangan di kalangan generasi muda AS.
Disisi lain Republik Rakyat Cina dapat mempertahankan identitas bangsa nya yang memiliki ideologi komunis dengan mengakomodasi praktek kapitalis. Tujuannya untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya.
"Bagi bangsa indonesia yang majemuk dengan lebih dari 663 kelompok suku besar dan 652 bahasa, situasi ini mengancam kebhinekaan yang menjadi ruh kita sebagai sebuah bangsa. Pancasila sebagai ideologi perekat bangsa indonesia yang selama ini telah mempersatukan kebhinekaan indonesia mendapatkan ujian berat berupa gempuran dari ideologi-ideologi luar," jelasnya.
Apabila kondisi ini dibiarkan, maka rakyat indonesia tidak lagi dapat mengasosiasikan dirinya sebagai sebuah bangsa besar dalam bingkai negara kesatuan republik indonesia. Ancaman masuknya ideologi asing dapat menggoyahkan ketahanan ideologi nasional, dan berdampak pada kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Mahasiswa memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat madani.Berbagai gerakan perbaikan bangsa ini umumnya juga dimotori oleh mahasiswa. Sejarah membuktikan bahwa gerakan mahasiswa menjadi motor perubahan pada bangsa indonesia ini, seperti tritura tahun 1966 serta gerakan reformasi 1998.
"Untuk menangkal paham radikalisme tumbuh dan berkembang di indonesia diperlukan strategi nasional untuk memantapkan pancasila sebagai way of life bangsa," tambahnya.
Oleh sebab itulah, pembinaan ideologi Pancasila harus diarahkan secara optimal dan komprehensif dalam internalisasi nilai-nilai pancasila kepada seluruh masyarakat. Ini penting untuk memproteksi ideologi Pancasila dari serbuan ideologi asing dan pihak-pihak yang ingin mengganti ideologi Pancasila .
"Diperlukan Kerjasama seluruh elemen bangsa dalam mendukung strategi nasional penguatan ideologi Pancasila sebagai benteng untuk membendung dan menangkal pengaruh paham-paham radikal di indonesia. Sangat diperlukan terutama di seluruh perguruan tinggi agar kalangan muda potensial seperti mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI," ujarnya.
BG menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan dengan berpedoman pada ajaran bahwa cinta tanah air merupakan sebagian dari iman (khubbul wathon minal iman) harus terus ditingkatkan. BIN berharap BEM PTNU bisa bersama-sama untuk mewujudkan Islam rahmatan lil alamin.
"Islam rahmat bagi alam semesta dan peran nu sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di indonesia sejak jaman dahulu dalam perjuangan kemerdekaan indonesia melalui fatwa jihad dari kh. Hasyim asyari," katanya.
Hingga saat ini NU menjadi organisasi islam terbesar di indonesia dengan jumlah umat yang mencapai sekitar 80 juta orang. Demikian juga dengan peran pemuda dan mahasiswa NU terutama yang tergabung dalam 272 BEM PTNU sangat penting dalam mempengaruhi pemikiran dan perjuangan seluruh generasi muda di indonesia dalam konteks kebangsaan dan keutuhan NKRI.
"BEM PTNU perlu bekerjasama dengan pemerintah untuk melawan gerakan radikal. BEM PTNU harus berperan di dalam dan luar kampus untuk melakukan upaya pencegahan melalui peningkatan kegiatan penguatan ideologi pancasila, nilai-nilai islami dan jiwa nasionalisme secara masif dan berkelanjutan termasuk di lingkungan masjid kampus dan orientasi pembekalan mahasiswa baru serta unit-unit kegiatan mahasiswa," tutupnya.
Berita Terkait
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Link Download Naskah Pidato Kepala BPIP untuk Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
-
Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Sekolah dan Instansi, Digelar Serentak 1 Juni
-
Jadwal dan Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Ini Dresscode-nya
-
Link Twibbon Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Resmi dari BPIP, Lengkap dengan Cara Pakainya
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend