Suara.com - Kedutaan Besar Denmark senang bekerja sama dengan Indonesia dalam memerangi korupsi di Indonesia selama ini. Denmark menggelontorkan bantuan ke dua LSM antikorupsi Indonesia Corruption Watch dan Transparansi International Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus Abilgaard Kristensen dalam media briefing bersama dengan KPK dan beberapa lembaga lainnya di British Embassy, Jalan Patra Kuningan Raya, Rabu (2/5/2018).
"Kedutaan besar Denmark telah mendukung Indonesia Corruption Watch dan transparansi International Indonesia selama bertahun-tahun, dan saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk terima kasih atas kerjasama yang baik ini. Pekerjaan yang Anda lakukan selama ini sangat penting," kata Rasmus.
Denmark yang akan menjadi tuan rumah 18th International Anti-Corruption Conference di Copenhagen pada Oktober mendatang. Dia berharap Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indarwati turut serta di dalamnya.
Kedubes Denmark sudah mengirimkan surat undangan ke 26 pejabat pemerintah Indonesia. Salah satunya Sri Mulyani.
"Saat ini, sudah ada 19 orang peserta tingkat tinggi yang merespon positif terhadap undangan," katanya.
Rasmus mengatakan hal yang menjadi prioritas dalam Konferensi ke-18 nanti kerjasama pembangunan dan tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs).
"Selain program formal, konferensi akan menampilkan dua trek secara paralel, yakni segmen tingkat tinggi, yang diselenggarakan oleh menteri untuk kerjasama pembangunan dan segmen sektor swasta Denmark," kata Rasmus.
Denmark selama bertahun-tahun selalu berada pada daftar teratas untuk indeks persepsi korupsi (CPI). Namun, peringkat tersebut menurun pada tahun 2017. Selandia Baru berhasil merangkak naik ke posisi pertama.
Baca Juga: KPK Diminta Jerat Korporasi yang Terlibat Korupsi e-KTP
"Kami masih percaya bahwa kami memiliki banyak praktik-praktik yang baik untuk berbagi dengan Indonesia dan negara lainnya," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!