Suara.com - Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Bali, AKBP Ruddi Setiawan mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ratusan warga Tiongkok yang melakukan penipuan online di Bali.
"Kami masih melakukan penyelidikan mencari siapa yang mendatangkan mereka. Siapa yang mengontrakkan rumah-rumah tersebut," terang Ruddi Setiawan di Denpasar, Jumat (4/5/2018).
Saat ini pihaknya mengaku sudah menghubungi hubungan internasional (hubinter) Mabes Polri.
"Kami terus melakukan pendalaman. Selain kami menghubungi hubinter Mabes Polri juga sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, dan Konsulat serta polisi Tiongkok," jelasnya.
Ruddi Setiawan menerangkan, bahwa ratusan warga Tiongkok yang ditangkap melanggar keimigarasian, bisa juga kena undang-undang IT, dan penipuan serta penggelapan.
Pihaknya meminta masyarakat yang akan menyewakan rumah kepada orang asing untuk lebih berhati-hati.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan menyewakan rumahnya untuk hati-hati. Jangan sampai disalahgunakan," imbaunya.
Dikabarkan sebelumnya bahwa pihak Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali telah mengamankan 105 orang WNA asal Tiongkok dan 11 orang WNI di tiga lokasi di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Modus penipuan yang dilakukan para pelaku adalah dengan menelpon korban dan mengaku sebagai aparat hukum dari Negara Tiongkok. (Luh Wayanti)
Baca Juga: Puluhan WNA Cina Dibekuk, Warga: Dulu Rumah Ini untuk Sembahyang
Tag
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat