Suara.com - Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latif mengatakan, upaya penanaman ideologi Pancasila di kampus perlu diperkuat mengingat perebutan berbagai macam ideologi ada di lembaga pendidikan tinggi itu.
"Penanaman nilai-nilai Pancasila perlu disemai kembali karena ruang kontestasi ideologi ruang rebutnya ada di kampus," kata Yudi Latif saat seminar dan bedah buku "Pancasila sebagai Orientasi Mewujudkan Peradaban Kasih" di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jumat (11/5/2018).
Menurut Yudi, selama 20 tahun pascareformasi, nilai-nilai Pancasila tidak lagi menjadi subjek penting yang intensif ditanamankan mulai level pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Padahal, simpul perekat ikatan antarmasyarakat ada pada nilai-nilai Pancasila.
Menurut dia, tanpa ada gerakan yang masif untuk kembali menghidupkan penanaman ideologi Pancasila, paham-paham transnasional, termasuk radikalisme mudah menyusup diruang-ruang pendidikan tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian Badan Intelijen Nasional (BIN) tahun 2017, menyebutkan bahwa sekitar 39 persen mahasiswa terpapar paham radikalisme.
Ia menilai selama ini subjek penting dalam pendidikan di Indonesia hanya difokuskan pada pencapaian kecerdasan personal. Akibatnya, penghargaan prestasi akademik secara peresonal yang selalu menjadi ukuran.
Oleh sebab itu, menurut Yudi, penting bagi perguruan tinggi menyadari bahwa selain memacu kecerdasan personal juga perlu ditanamkan kecerdasan kekeluargaan melalui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.
"Jadi Pancasila bukan sekadar ornamen pembelajaran, tetapi merupakan fundamen penting dalam pembelajaran," kata dia.
Untuk kembali menghidupkan penanaman Pancasila, Yudi mengatakan UKP-PIP memiliki agenda untuk mereaktualisasi pemahaman Pancasila, memperbaiki metodologi serta bahan-bahan pembelajaran Pancasila.
Baca Juga: Berangkat dengan Uang Sendiri, Egi Sukses Pecahkan Rekornas
"Pengajaran Pancasila juga kami perbaiki tidak sekadar bersifat reaktif, tetapi atraktif, misalnya dengan melibatkan para sineas," kata dia.
Sementara itu, Dosen Unit Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Universitas Atma Jaya, Benardus Suliantoro mengatakan, pembelajaran ideologi Pancasila hendaknya mampu menggugah, menyadarkan serta mengaktualkan seluruh potensi kemanusiaan secara menyeluruh dan seimbang.
"Suasana pembelajaran perlu dikondisikan sebagai pencerminan gagasan ideal dari nilai yang diperjuangkan oleh ideologi Pancasila," kata dia. [Antara]
Berita Terkait
-
Melanie Subono Makin Geram Dengar Pembelaan Pelaku Pelecehan FH UI
-
Viral Guru Besar Unpad Diduga Chat Mesum ke Mahasiswi Exchange, Minta Foto Bikini
-
Dampak Psikologis Pelecehan Seksual di Grup Chat 16 Mahasiswa FH UI Pada Korban
-
Viral Isi Chat Grup Orang Tua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI, Anggap Anak Jadi Korban
-
Belajar dari Kasus Mahasiswa FH UI, Grup Chat WA Berisi Chat Mesum dan Dark Jokes Bisa Dipidana?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka