Suara.com - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menyatakan duka yang sangat mendalam atas gugurnya lima personel anggota polisi dalam tragedi bentrokan dengan narapidana kasus terorisme Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5/2108).
"Saya menangis, peristiwa bentrok dengan narapidana teroris memilukan. Bayangkan itu polisi muda membela Tanah Air tercinta. Mereka menjaga dan membela keutuhan Pancasila," katanya, disela Apel Siaga Kader PDIP Jateng di Stadion Manahan Solo, Jumat (11/5/2018).
Secara terbuka, di atas panggung dengan suara sengau menahan sedih dan geram, Megawati menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi anak bangsa yang gugur bertugas menunaikan kewajiban negara itu.
"Atas nama PDIP saya menyatakan duka mendalam. Bayangkan mereka umur berapa, salah mereka apa? Apakah mereka (teroris) punya hak menentukan kematian dan hidup (polisi), ini kesewenang-wenangan dan tidak berperikemanusiaan," katanya.
Megawati lalu mengajak semua kader untuk berani melawan teroris yang ingin mengubah negara Pancasila.
"Jadi tak dibayangkan jika ada yang mau mengubah Pancasila. Para pendiri republik ini tidak akan terima, Jasmerah, jangan sekali melupakan sejarah, 350 tahun dijajah, kini merdeka," katanya.
"Apakah kita akan terima? Tentu tidak boleh kita terima, karena hidup ini demi Republik Indonesia. Apakah kalian mau diajak lagi kayak dahulu kala? Apa tidak kurang 350 tahun dijajah bangsa lain yang budaya dan lainnya berbeda dengan kultur bangsa kita?" tambahnya.
Atas dasar Pancasila pula, Megawati berharap para pembunuh anggota kepolisian itu bisa dihadapkan pada aturan hukum.
Baca Juga: Berangkat dengan Uang Sendiri, Egi Sukses Pecahkan Rekornas
"Indonesia negara hukum, mereka yang telah membunuh polisi harus dihukum," pungkasnya. [Adam Iyasa]
Berita Terkait
-
Andi Widjajanto Akui Datangi Lokasi Demo Bundaran HI, Bantah Ikut Aksi
-
Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara
-
Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
-
'Kita kan Banteng, Bukan Kerbau', Kelakar Elite PDIP Tanggapi Video Viral Jokowi di Lampung
-
Pedas! Guntur Romli Sebut Kepala Kerbau Diinjak Jokowi Simbol Loyalis Terbuai Perilaku Raja
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM