Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengungkapkan duka cita sedalam-dalamnya terhadap korban ledakan bom bunuh diri di beberapa gereja di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Ia pun menegaskan bahwa tim kesehatan di rumah sakit setempat berupaya semaksimal mungkin untuk menangani para korban teror bom tersebut.
"Pertama kami sangat prihatin dan tidak menerima perbuatan yang dalam tanda kutip ini dikatakan perbuatan biadab, tidak beradab. Saya melihat yang menjadi korban adalah orang-orang tidak bersalah," ujar Menkes Nila dalam keterangan tertulis, Senin (14/5/2018).
Pada Minggu malam (13/5/2018), Menkes Nila mengaku langsung bertolak ke Surabaya untuk mengunjungi pasien korban bom yang dirawat di RS Bedah Manyar, RSUD Dr. Soetomo, dan RSAL Surabaya. Ia mengatakan, hingga saat ini total korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, sedangkan korban luka-luka sebanyak 47 orang. Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah dikarenakan masih ada 3 korban yang masih kritis dengan luka bakar mencapai 99 persen.
"Untuk pasien yang kondisinya kritis dan tingkat kesulitannya tinggi saat ini sedang dirawat di RSUD Dr. Soetomo. Kami mengoptimalkan perawatan bagi seluruh korban, baik yang sedang di RSUD Soetomo maupun yang sedang dirawat di beberapa RS di Surabaya," ujar Menkes Nila.
Menkes Nila juga menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan korban ledakan bom bunuh diri akan ditanggung oleh negara.
"Seperti yang telah dikatakan oleh Bapak Presiden, bahwa seluruh biaya pengobatan korban yang sedang dirawat di beberapa RS di Surabaya akan ditanggung oleh negara," katanya.
Kadinkes Provinsi Jatim, dr. Kohar, menambahkan bahwa saat ini yang paling penting adalah stabilisasi kondisi pasien. Selain itu kondisi kejiwaan korban juga perlu diperhatikan. Tenaga kesehatan, tenaga medis, dan psikolog sudah dsiapkan untuk memulihkan kondisi korban.
"Tim Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinkes Jawa Timur telah melakukan koordinasi lintas sektor. Fokus penanganan saat ini adalah pada fisik korban. Adapun prioritas penanganan kesehatan jiwa akan dilakukan pada korban dan keluarganya serta penanganan kondisi panik dan cemas warga sekitar Surabaya," tandas dr. Kohar.
Baca Juga: Anies Klaim Jakarta Aman dari Aksi Terorisme
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan
-
RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!
-
Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!