Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan hasil revisi Undang-Undang Perikanan tidak akan berjalan jika eksekusi penenggelaman kapal tidak dicantumkan. Susi menyebut slogan 'tenggelamkan' sudah dikenal masyrakat.
"Banyak dari kita nggak sadar (kata) tenggelamkam, sudah berubah di masyarakat menjadi populer yang so far memang fun. Tapi ini begitu pelik daripada mengubah peta sekelilingnya," kata Susi saat sambutan di Kantor KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).
Susi mengatakan lebih dari 10 ribu kapal asing bertahun-tahun mengangkut ikan yang ada di laut Indonesia. Mereka merampas 50 persen jumlah tangkapan dari nelayan Indonesia sejak tahun 2003 hingga 2013.
"Hasil sensus pemerintah dan bank dunia jumlah rumah tangga nelayan Indonesia dari 1,6 juta jadi 800 ribu saja. Membantu 115 perusahaan ekspor ikan dan udang Indonesia," kata Susi.
Aksi pencurian di sama itu, menurut Susi, dibiarkan. Akhirnya, stok ikan menurun dari angka 22 juta ton ke angka 6.5 juta ton.
"Sadarkah kita bahwa itu telah melembaga, bahwa pencurian ikan yang begitu besar itu sudah masuk ke mana-mana. Sudah bekerja sama dengan oknum dimana-mana. Kementerian, di aparat, di partai, di semua lini tatanan struktur masyarakat," jelas Susi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kapolda Riau Beri Nama Nona Seroja untuk Anak Gajah di Tesso Nilo, Apa Maknanya?
-
Bak Film Laga! Penipu di Duren Sawit Dikejar-kejar Massa usai COD Motor Pakai Uang Palsu Rp12 Juta
-
Kata Istana Soal Rencana Kantin Sekolah di Wilayah 3T Bakal Diubah Jadi Dapur MBG
-
Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri
-
Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif
-
Damaikan Timur Tengah, Prabowo Disarankan Pakai Strategi Geopolitik Bung Karno
-
Polisi Buru Pelaku Utama Pendorong Pria hingga Tewas dari Lantai Dua Tempat Biliar
-
Pengeroyok Dico di Biliar Grogol Diciduk! Dua Pelaku Ternyata Masih Bocah di Bawah Umur
-
Makan Gratis Tak Boleh Sekadar Kenyang, Wajib Jadi Senjata Pamungkas Hapus Kemiskinan!
-
Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo