- Menteri Lingkungan Hidup meminta penghentian pembuangan sampah terbuka di TPST Bantar Gebang pasca longsor signifikan.
- Longsor sampah di Bantar Gebang terjadi Minggu siang (8/3/2026) setelah hujan deras, menyebabkan tujuh korban jiwa.
- Diperlukan perubahan pola pengelolaan sampah Jakarta fokus pada pengurangan sumber dan optimalisasi fasilitas pengolahan yang ada.
Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan tragedi longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, harus menjadi titik balik pengelolaan sampah di Jakarta.
Pemerintah daerah diminta segera menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka atau open dumping karena dinilai sudah sangat berbahaya.
Hal itu disampaikan Hanif usai melaksanakan kegiatan korve bersama Mendag dan Kapolda Metro Jaya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2926).
Hanif menyebut, TPST Bantar Gebang yang telah beroperasi lebih dari 37 tahun kini menampung timbunan sampah dalam jumlah sangat besar.
Berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup, lebih dari 80 juta ton sampah telah menumpuk di kawasan tersebut.
Tumpukan sampah itu bahkan membentuk gunungan raksasa. Area yang tidak aktif memiliki ketinggian sekitar 50 meter, sementara tumpukan sampah aktif mencapai sekitar 73 meter.
“Suatu kondisi yang sangat berbahaya sekali,” ungkap Hanif.
Ia menjelaskan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam pada akhir pekan lalu. Hujan yang turun hampir setengah hari memicu pergerakan timbunan sampah hingga akhirnya runtuh pada Minggu siang.
“Kemudian pada hari Minggu, tepatnya setelah hujan berakhir pada jam 12.00, maka jam 14.30 terjadilah longsor yang telah menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.
Baca Juga: Bisa Kurangi 90 Persen Sampah ke Bantargebang, Anggota DPRD Tawarkan Skema Pengangkutan Terjadwal
Hanif menilai tragedi tersebut tidak boleh kembali terulang. Menurut dia, praktik open dumping yang selama ini dilakukan di Bantargebang telah menimbulkan kerusakan lingkungan serius dan kini berujung pada korban jiwa.
“Secara sistematik dan secara terstruktur, kita wajib akhiri kegiatan open dumping di TPST Bantargebang,” tegas Hanif.
Ia juga menyebut insiden ini sebagai salah satu tragedi sampah terbesar di Indonesia setelah longsor TPA Leuwigajah di Cimahi pada 2005 yang menewaskan 157 orang.
Selain menghentikan sistem pembuangan terbuka, Hanif menekankan pentingnya perubahan pola pengelolaan sampah di Jakarta dengan menitikberatkan penanganan sejak dari sumbernya.
Saat ini, Jakarta menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah setiap hari dari hampir 11 juta penduduk. Sekitar 1.000 ton di antaranya berasal dari kawasan komersial seperti pasar, hotel, restoran, kafe, stasiun, hingga terminal.
Ia meminta pengelola kawasan tersebut mulai mengelola sampahnya sendiri. Selain itu, masyarakat juga didorong melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga agar volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang signifikan.
Berita Terkait
-
Bantargebang Belum Pulih, Ini Kapasitas Baru RDF Rorotan yang Siap Olah Ribuan Ton Sampah Tiap Hari
-
Pemprov DKI Targetkan Pemulihan TPST Bantargebang dalam Sepekan
-
Bisa Kurangi 90 Persen Sampah ke Bantargebang, Anggota DPRD Tawarkan Skema Pengangkutan Terjadwal
-
Kena Sentil Menteri LH, Pramono Anung Setop Praktik Open Dumping di Zona Longsor Bantargebang
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Polisi Buru Pelaku Utama Pendorong Pria hingga Tewas dari Lantai Dua Tempat Biliar
-
Pengeroyok Dico di Biliar Grogol Diciduk! Dua Pelaku Ternyata Masih Bocah di Bawah Umur
-
Makan Gratis Tak Boleh Sekadar Kenyang, Wajib Jadi Senjata Pamungkas Hapus Kemiskinan!
-
Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo
-
Sadis! Pemuda Tewas di Biliar Grogol Sengaja Dijatuhkan dari Lantai 2 usai Cekcok Mabuk Miras
-
Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M
-
Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan
-
Tito Karnavian Siap 'Tempur' Bahas RUU Pemilu: Apa Pun Skenarionya Kami Siap
-
Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM
-
Ketua Harian Dekranas Tri Tito: Publikasi yang Baik Kunci Memperluas Gaung Kerajinan Nasional