Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pernyataan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Jakarta yang menyebut Joko Widodo sebagai pemimpin haram merupakan bagian dari kebebasan berpendapat. Zon minta ke pemerintah tidak memberangus kebebasan berpendapat itu.
Pernyataan HMI itu dilontarkan saat berdemo di depan Istana Negara, Senin (21/5/2019) kemarin untuk memperingati 20 tahun reformasi.
"Itu kan pendapat ya. Saya melihat sekarang ini kebebasan berpendapat itu mau diberangus," kata Fadli di DPR, Jakarta, Selasa (22/5/2018).
Fadli pun menyinggung kasus Dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara, berinisial HDL yang diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian dengan menyebut rentetan bom gereja Surabaya sebagai penglihan isu. Menurut Zon pemidanaan terhadap HDL sebagai bentuk pembungkaman berpendapat.
"Kemarin ada dosen dari Universitas Sumatera Utara. Cuma berpendapat kemudian diberangus, dipamerkan ke depan publik sampai dia pingsan. Saya kira ini suatu kezaliman yang dilakukan," tambah Fadli.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengingatkan, kebebasan setiap orang untuk berpendapat adalah hak warga negara dan dilindungi oleh konstitusi.
"Kebebasan berpendapat itu adalah hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Jangan dong kebebasan berpendapat ini mau diberangus," kata Fadli.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu