Suara.com - Dua penumpang maskapai Wing Air asal Bandara Pontianak tujuan Kuching, Serawak, Malaysi, Kamis (32/5/2018) kemarin batal diberangkatkan. Alasan manajeman Wings Air menyatakan perbedaan data identitas di KTP dan paspor serta tiket membuat dua penumpang asal Bandara Supadio Pontianak tersebut gagal berangkat.
"Mengenai dua calon penumpang IW1378 pada Kamis, 31 Mei 2018 tidak bisa terbang dikarenakan nama lengkap yang tertera pada tiket tidak sesuai dengan dokumen paspor. Data identitas pemegang dan berfungsi sebagai tanda pengenal resmi untuk melakukan perjalanan udara antarnegara, regional dan internasional," ujar Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro saat dihubungi di Pontianak, Jumat seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengumpulan data dan informasi ketika melakukan pelaporan diri (check-in) petugas menemukan satu penumpang laki-laki tidak mencantumkan dua suku kata nama (dalam tiket tertulis dua suku kata nama, sedangkan dalam paspor terdapat empat suku kata nama).
Kemudian satu penumpang wanita lainnya tidak mencantumkan nama belakang, seperti yang tertulis resmi dalam paspor.
"Setelah mendapatkan penjelasan, kedua penumpang bermaksud untuk membeli tiket baru pada rute yang sama di customer services, namun counter check-in sudah tutup, sehingga tidak bisa menambah penumpang lagi," papar dia.
Dengan persoalan yang ada saat itu Wings Air telah juga menawarkan pengembalian dana 10 persen dari tarif dasar tiket. Penumpang tersebut telah menyetujui untuk dikembalikan.
"Pengembalian kepada calon penumpang dijalankan menurut Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 185 Tahun 2015, bahwa pengembalian di bawah empat jam sebelum jadwal penerbangan mendapatkan 10 persen dari tarif dasar dana atau sesuai dengan kebijakan perusahaan," jelas dia.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat untuk memperhatikan nama pada identitas secara benar dan tepat ketika melakukan pembelian tiket.
Menurutnya Lion Air Group sangat teliti memeriksa dokumen penumpang pada seluruh layanan jaringan domestik dan internasional.
"Khusus penerbangan internasional, apabila nama yang tertera di tiket beda dengan paspor, maka akan dianggap sebagai dua orang yang berbeda. Petugas check-in wajib melakukan pemeriksaan kesesuaian tanda pengenal yang sah dan masih berlaku dengan keterangan yang tercantum di dalam tiket," papar dia.
Ia menambahkan untuk check-in dianjurkan lebih awal yaitu paling tidak 120 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan di terminal keberangkatan bandar udara.
"Hal tersebut guna meminimalisasi dampak dari antrean panjang di meja pelaporan. Check-in konter Lion Air Group di bandar udara akan tutup 30 menit sebelum waktu keberangkatan untuk penerbangan domestik atau 45 menit sebelum waktu keberangkatan untuk penerbangan internasional," jelas dia.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Muhammad Bayu seorang calon penumpang maskapai Wings Air, mengaku kesal dan dirugikan saat hendak check in di Bandara Internasional Supadio Pontianak, karena dipersulit oleh petugas check in.
"Saat saya mau check in, petugas bilang tidak bisa, alasannya karena beda nama," kata Muhammad Bayu di Pontianak, Kamis.
Ia menjelaskan, dirinya membeli tiket tersebut secara online melalui www.tiket.com tetapi kenapa tiba-tiba saat akan melakukan check in di Bandara Supadio Pontianak, malah tidak bisa.
"Sesuai aturan, nama yang digunakan untuk pembelian tiket harus sesuai dengan nama yang tertera di paspor, tetapi petugas check in maunya malah harus sama dengan KTP," ujarnya kesal.
Berita Terkait
-
Etika Berkomunikasi bagi Pemandu Acara: Pelajaran dari Panggung LCC Kalbar
-
Sempat Viral Karena Dicurangi Juri, Josepha SMAN 1 Pontianak Kini Dilirik MPR RI Jadi Duta LCC
-
MPR Batalkan Rencana Ulang LCC Empat Pilar Kalbar, Dua Sekolah Juga Sepakat
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Mendagri: Bantuan Lima Ambulans dari Korpri Percepat Pemulihan Daerah Terdampak Bencana di Sumatera
-
Guru Ungkap Isi Pesan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Begini Isinya
-
Militer Yordania Menembak Jatuh 4 Rudal Iran yang Terobos Masuk Wilayah Udara Mereka
-
Modus Tanya Izin Berujung Palak Rp300 Ribu, Oknum Satpol PP DKI Terancam Sanksi Berat
-
Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah Dinilai Layak Diambil Alih KPK? Ini Penjelasan Pakar
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Bantah Hoaks Penolakan, Habiburokhman Tegaskan DPR 'Gaspol Pakai Turbo' Bahas RUU Perampasan Aset
-
Pakar: Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung Tak Punya Dasar Hukum, Hanya Redam Konflik Institusi
-
Iran Ngamuk Lagi, Kuwait Dibombardir Hancurkan Tanki Bahan Bakar Militer AS
-
Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Berisiko Mandek, Pukat UGM Desak KPK Ambil Alih