Suara.com - Kepala Paroki Katederal Jakarta Hani Rudi Hartoko mengajak masyarakat berkeliling Gereja Katedral, Jumat (1/6/2018). ajakan tertuju ke 200-an kaum muslim yang tengah menjalankan puasa.
Sebelum berbuka puasa, sekitar pukul 17.30 WIB berkeliling Gereja Katedral dimulai.
Sebelum masuk gedung Gereja Katedral Romo Hani menjelaskan perihal arsitektur Gereja Katedral yang diresmikan sejak tahun 1901. Romo Hani mengatakan gedung Gereja Katedral dibangun dengan arsitektur Neo Gothik ala Eropa.
Memasuki gedung Gereja Romo Hani menunjukan tempat air yang berada di dekat pintu masuk. Romo Hani menjelaskan jika umat Katolik harus mengambil air sebelum beribadah.
"Air ini mengingatkan kita pada penebusan dosa dan penyucian diri. Kalau umat Muslim sebelum salat ambil wudhu," kata Romo Hani, di depan gedung Gereja Katedral, Jumat (1/5/2018).
Romo Hani lanjut bercerita perihal gereja. Romo Hani mengatakan bangku di Gereja Katedral berkapasitas 800 orang.
Lalu masyarakat diajak maju ke depan gereja. Sore itu misa kebaktian hampir dimulai, paduan suara sedang bersiap-siap sebelum misa kebaktian dimulai.
Di depan altar Katedral, masyarakat tidak dibolehkan masuk altar. Romo Hani mengatakan hanya Pastur Kepala yang dibolehkan maju ke depan altar.
"Ibaratnya, ini adalah batas suci. Jadi hanya Pastur Kepala yang dibolehkan maju ke depan altar," jelasnya.
Masyarakat kemudian diajak melihat patung Yesus dan Bunda Maria yang berada di sisi kiri depan gereja. Romo Hani menunjukan patung Bunda Maria berbalut kebaya dan selandang berwarna biru dan merah.
"Jadi itu adalah Bunda Maria versi Indonesia. Patung tersebut balut dalam pakaian bernuansa Indonesia," tambah Romo Hani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto
-
Riza Patria Soroti Perjalanan Politik Prabowo dan Pesannya bagi Para Taipan