Suara.com - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto menyebut oknum guru berinisial WAR (35), yang melakukan tindak pencabulan terhadap 15 murid SD negeri di Depok tidak bisa ditoleransi.
Susanto berharap, semua pihak menyiapkan strategi antisipasif untuk mencegah hal tersebut terulang. Dirinya menambahkan, antisipasi itu terutama dilakukan oleh dinas pendidikan dan sekolah.
"Pemerintah daerah harus memastikan rekrutmen guru, diperketat, ini penting," kata Susanto di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).
Susanto menyebut rekruitmen terhadap guru harus dilakukan sangat selektif, jangan sampai guru yang telah terseleksi ternyata melakukan tindak kejahatan.
"Tentu misalnya ada calon guru yang seperti itu memang harus diberhentikan, jangan direkrut menjadi guru lagi. Karena ini sangat membahayakan buat anak-anak kita," jelasnya.
Susanto mengatakan, pihaknya akan melakukan cek kondisi korban pencabulan tersebut. KPAI juga akan ikut mendalami kasus ini secara komperhensif.
"Apakah korban perlu mendapat pendapingan psikologis atau tidak, tentu menjadi hal-hal yang perlu kami pastikan," tandas Susanto.
Susanto menuturkan, KPAI segera berkoordinasi dengan Polres Depok secara intensif untuk memantau kasus tersebut.
Sebelumnya, oknum guru Bahasa Inggris berinisial WAR (35) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap belasan muridnya. Aksi tersebut dilakukan di lingkungan sekolah saat kegiatan jam belajar mengajar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup
-
Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal
-
Agenda Lebaran Prabowo 2026: Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh
-
Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Siaga Jaga Keandalan Listrik Idulfitri
-
Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan
-
Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti
-
Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026
-
Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS
-
H-1 Lebaran, Pemprov DKI Klaim Harga Pangan Terkendali, Cabai Rawit 'Pedas' Tembus Rp115 Ribu