Saat dikonfirmasi, Kapolres Empat Lawang AKBP Agus Setyawan menerangkan, kejadian tersebut diduga bermula saat
salah satu pendukung paslon menjelek-jelekan paslon lainnya.
Melihat hal tersebut, panwascam yang mengetahui hal itu mendengar dan memberikan teguran.
Sayangnya teguran itu, tidak diterima dengan baik oleh timses yang berujung pada penganiayaan anggota panwascam setempat.
Hal ini pun memicu kemarahan, dari pendukung paslon lainnya. Di hari berikutnya, terjadilah penghadangan dan bentrok di TKP.
“Ada tiga korban yang dirumah sakit alami luka tembak di tangan dan kaki. Benar satu tewas,” kata Agus.
Menurutnya, saat ini seluruh personel di Polres Empat Lawang kini telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengantisipasi kejadian lanjutan sebagai buntut dari bentrok tersebut.
Bahkan, pihaknyapun telah mendapatkan satu nama tersangka yang menyerang para korban.
“Personel sudah diturunkan untuk mengendalikan situasi di lapangan termasuk menenangkan keluarga korban. Nama salah satu pelaku sudah ada. Saat ini masih dalam pengejaran,” ucapnya.
Untuk mengamankan lokasi bentrok, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menerjunkan dua pleton pasukan dari Brigade Mobil (Brimob) ke Kabupaten Empat Lawang.
Baca Juga: Video Ayam Tarik Kereta Heboh di Twitter
Polisi Amankan Lokasi Bentrok
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dua pleton Brimob itu langsung diturunkan untuk meredam kericuhan di lokasi kejadian, usai tewasnya salah satu pendukung dari paslon nomor urut 2 berinisial BN.
“Malam ini sudah saya perintahkan langsung ke lokasi. Besok saya akan ikut ke lokasi, sekarang saya sedang di Muaraenim memantau arus mudik,” kata Zulkarnain saat dihubungi.
Zulkarnain menyebutkan, sebelumnya mereka telah menempatkan dua pleton Satbrimob di Empat Lawang, karena sempat terjadi kericuhan dalam pesta demokrasi tersebut.
“Sebetulnya sudah dua pleton disana (brimob). Karena terjadi lagi saya kirim lagi dua pleton, besok saya akan kesana,” ujarnya.
Jenderal bintang dua ini pun, meminta dua kubu pasangan calon untuk menahan diri agar kericuhan tidak kembali terjadi. Sehingga penyelenggaraan pemilu bisa berlangsung kondusif.
“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Saya mengimbau pendukung menahan diri, dan yang melakukan agar menyerahkan diri,” kata Kapolda Sumsel. [Andhiko Tungga Alam]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan