Suara.com - Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan dengan pelepasan beberapa ekor ikan jenis Arapaima gigas di Sungai Brantas, Jawa Timur. Ikan predator yang memangsa ikan-ikan lainnya ini hidup di perairan sungai Amazon, Amerika Serikat.
Sungguh aneh jika hewan ini bisa tiba-tiba "nyasar" ke perairan Indonesia.
Habitat asli ikan ini ada di perairan tropis Amerika Selatan. Banyak yang mengkhawatirkan jika ikan ini malah akan memangsa ikan asli dari perairan Indonesia. Ikan Arapaima juga adalah ikan air tawar paling besar di dunia dan bisa tumbuh hingga 3 meter dengan berat mencapai 200 kg.
Pelepasan ikan Arapaima ini menjadi heboh ketika video yang menunjukkan beberapa orang sedang melepas 2 ekor ikan Arapaima ke sungai Brantas.
Pemilik ikan predator yang berinisial HG ini diketahui memiliki kolam di Desa Canggu, Jetis, Mojokerto, yang digunakan untuk membesarkan ikan ini. Dari rumah HG di Canggu, ditemukan 4 ekor ikan Arapaima dan 18 ekor lainnya ditemukan dirumah Hg di Desa Trosobo, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut kabar yang beredar, ikan ini telah dilepas sebanyak 70 ekor. Padahal ikan ini termasuk kategori ikan yang dilarang masuk ke Indonesia dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014 mengenai larangan pemasukan jenis ikan berbahaya dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia.
Meski sudah mendapat larangan dari pemerintah, ikan ini dijual di forum jual-beli Kaskus. Ikan Aripaima dengan berat 10 gram ini dijual dengan harga Rp 902.500. Memang sejak dilepas ke Sungai Brantas, ikan ini menjadi buruan para pencari ikan di Mojokerto.
Berita Terkait
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Predator Gaming Tembus Panggung Esports Internasional, Jadi Andalan VCT Pacific 2026
-
Review Hungry: Potret Bahaya Alam Liar melalui Serangan Predator Mematikan!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan