Suara.com - Terciduknya penyanyi Thailand, Wilaiwan Boonyiam (22), membawa narkotika jenis sabu-sabu di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Minggu (1/7/2018), menambah panjang daftar para penyelundup narkotika yang merupakan warga negara gajah putih.
Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Tengah, Brigjen (Pol) Tri Agus Heruprasetyo, menyampaikan bahwa wilayah Jawa Tengah saat ini menjadi sasaran empuk peredaran gelap narkotika jaringan internasional, khususnya dari Thailand.
"Thailand paling banyak, mereka memanfaatkan perempuan sebagai kurir dengan imbalan, modusnya belanja dan wisata. Ada juga lewat paket barang," katanya, Rabu (4/7/2018).
Bahkan, menurut Tri Agus, beberapa bulan lalu hampir saja satu kontainer isi sabu-sabu dari Thailand akan dikirim ke Jawa Tengah, namun mampu digagalkan aparat di Thailand.
"Thailand merupakan sumber narkotika ke Jateng. Pernah ada 1 konatiner sabu-sabu dari Thailand akan diantar ke Jawa Tengah, tapi digagalkan oleh aparat Thailand," katanya.
Sebelumnya, beberapa penangkapan tersangka dari Thailand juga terjadi yakni pada 13 Oktober 2016. Penangkapan terjadi di Semarang terhadap penerima paket narkotika sabu seberat 180 gram yang disembunyikan dalam paket barang berisi sepatu yang dikirim seseorang yang beralamat di Lupipini II 247, Phomenupin Bangkok Thailand.
Kemudian pada 15 Maret 2017, BNNP Jateng bersama Bea Cukai Tanjung Emas menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 57,5 gram yang disembunyikan dalam skuter mainan yang dikirim dari Thailand melalui jasa pengiriman Kantor Pos.
"Terbaru kemarin Minggu, sabu seberat 1.149 gram di Bandara Ahmad Yani, juga dari Thailand," katanya.
Menurut Tri Agus, dalam rentang bulan Januari sampai Juli 2018, sudah ada 9 laporan kasus penindakan narkotika dengan 15 tersangka, dengan total sitaan seberat 7,5 kg sabu.
Baca Juga: Jelang IMF, Bandara Ngurah Rai Bangun Tempat Parkir Baru
Dari penggagalan total 7,5 kg sabu-sabu, menurutnya hal ini telah mampu menyelamatkan 35.000 jiwa warga Indonesia.
Selain penggagalan penyelundupan narkotika, BNNP Jateng telah menangani 2 kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari bisnis narkotika yang melibatkan 6 tersangka.
"Kami sita bukti TPPU berupa tanah dan rumah, sepeda motor, emas batangan, uang tunai, dan properti lainnya dengan total aset Rp 1,6 miliar," katanya. (Adam Iyasa)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia