Suara.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei tentang ‘Calon Wakil Presiden Berdasarkan Penilaian Elite, Opinion Leader, dan Massa Pemilih Nasional’. Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Chairul Tanjung, Sri Mulyani Indrawati, dan Said Aqil Siraj paling populer.
Berdasarkan penelitian itu, baik elite, opinion leader, maupun massa pemilih nasional berpendapat integritas tokoh yang bersaing dalam pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah sangat penting. Setelah itu secara berurutan adalah kapabilitas, empati, akseptabilitas, dan kontinuitas.
CEO SMRC, Djayadi Hanan memaparkan ada sejumlah nama tokoh yang dinilai elite, opinion leader, maupun massa pemilih nasional berdasarkan 5 kualitas di atas dalam penelitian ini. Nama-nama tersebut dipilih berdasarkan atas informasi yang berkembang di media massa dan informasi awal dari elite dan opinion leader sebelum penelitian ini dilakukan.
Nama-nama tersebut adalah Agus Harimurti Yudhoyono, Ahmad Heryawan, Airlangga Hartarto, Anies Baswedan, Budi Gunawan, Chairul Tanjung, Gatot Nurmantyo, Grace Natalie, Joko Widodo (Jokowi), M Romahurmuziy, M Sohibul Iman, M Yusril Ihza Mahendra, M Zainul Majdi, M Jusuf Kalla, Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto, Puan Maharani, Said Aqil Siradj, Sri Mulyani Indrawati, Syafruddin, dan Zulkifli Hasan.
“Dari sekian banyak tokoh yang dinilai berdasarkan lima kriteria kualitas personal, elite menilai Jokowi adalah tokoh dengan skor rata-rata paling tinggi. Setelah Jokowi adalah Jusuf Kalla,” kata Djayadi di kantor SMRC, Cikini, Jakart Pusat, Kamis (5/7/2018).
Selanjutnya, tokoh yang masuk 5 besar secara berurutan adalah Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Chairul Tanjung, Sri Mulyani Indrawati, dan Said Aqil Siraj.
Penilaian opinion leader tampak tidak berbeda dengan penilaian elite dalam hal tokoh dengan skor rata-rata paling tinggi. Jokowi tetap dalam posisi tersebut, setelahnya, Jusuf Kalla.
“Adapun tokoh yang masuk 5 besar menurut penilaian opinion leader secara berurutan adalah Mahfud MD, Sri Mulyani Indrawati, Said Aqil Siraj, Airlangga Hartarto, dan M. Zainul Majdi,” ujar dia.
Lalu, bagaimana massa pemilih nasional menilai tokoh-tokoh tersebut? Berhubung massa pemilih nasional diyakini terlalu berat menilai para tokoh tersebut secara detil, maka penilaian disederhanakan menjadi suka atau tidak suka (akseptabilitas). Tokoh yang paling disuka menurut opini massa pemilih nasional adalah Jokowi.
Baca Juga: Siapa pun Capresnya, Cak Imin Siap Jadi Cawapresnya
“Sementara tokoh-tokoh yang disukai di luar Jusuf Kalla dan Prabowo adalah Gatot Nurmantio, Sri Mulyani Indrawati, Mahfud MD, M. Zainul Majdi, dan Anies Baswedan,” kata dia.
Berdasarkan penilaian elite, opinion leader, dan massa pemilih nasional, tokoh yang dinilai paling tinggi dilihat dari 5 kriteria kualitas personal rata-rata di luar Jokowi, Jusuf Kalla, dan Prabowo tidak sepenuhnya sama. Meski begitu, ada 2 tokoh dengan skor penilaian tertinggi kualitas personal rata-rata yang diberikan oleh ketiga lapisan masyarakat yang diteliti, yaitu Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati.
“Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati konsistens masuk dalam 5 besar dari penilaian 3 strata masyarakat tersebut,” terang Djayadi.
Elite yang dimaksud dalam penelitian yang dilakukan pada akhir Mei 2018 ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai sangat tahu informasi yang beredar di kalangan terbatas. Mereka tercakup politisi, teknokrat senior, intelektual nasional dengan reputasi luas, dan pengusaha yang masuk kelompok papan atas (masuk dalam 50 orang terkaya). Total elite yang menjadi responden 12 orang.
Adapun yang dimaksud opinion leader adalah orang-orang yang banyak ikut bersuara dan membentuk pendapat publik: pengamat, intelektual, atau peneliti yang biasa terekspos ke media massa, dan para pimpinan redaksi media massa. Total narasumber 93 orang.
Sementara massa pemilih nasional adalah semua warga negara Indonesia yang punya hak pilih yang dipilih secara random (survei nasional). Total responden 2206 orang.
Berita Terkait
-
SMRC Menilai Hasil Exit Poll Pilkada Cocok dengan Quick Count
-
Perkuat Nilai Rupiah, Pemerintah Perketat Kebutuhan Impor
-
Ternyata Demokrat Belum Serius Bahas Pasangkan JK - AHY
-
Sri Mulyani Ungkap Alasan Tak Debat dengan Rizal Ramli soal Utang
-
Menkeu: Evaluasi Alokasi Anggaran dengan Teliti dan Strategis
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Wardah Tinted Sunscreen Perlu Ditimpa Bedak atau Tidak? Ini Penjelasan Berdasar Klaim Produk
-
Ada Ketegangan di Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Lawan Singapura? Herdman Bilang Begini
-
Skenario Lolos Dramatis Grup A Piala AFF 2026: Timnas Indonesia di Ujung Tanduk?
-
Pajak Dibayar, BBM Mahal, Jalan Masih Rusak: Rakyat Wajar Bertanya
-
Cara Mengeringkan Wajah Setelah Cuci Muka yang Benar, Jangan Asal Gosok Handuk
-
Pilihan Mobil Listrik Mungil di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 100 Jutaan
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 7 Agustus 2026: Sikap Tenang Buka Banyak Peluang
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel