Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memuji sikap Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi yang ikut mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pemilihan presiden tahun 2019.
PDI Perjuangan menilai sikap Politikus Demokrat tersebut dilandasi oleh pilihan yang rasional dan demi kepentingan bangsa.
"Apa yang dilakukan oleh Gubernur NTB itu juga suatu yang baik. Tuan Guru memberikan dukungan kepada kepemimpinan Pak Jokowi, tidak hanya pilihan rasional tapi juga bagaimana melihat kebutuhan bangsa dan negara ini," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro No.58, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).
Sebelumnya, TGB menyampaikan dukungannya kepada Jokowi setelah merenung untuk memastikan pilihannya. Dia menilai Jokowi sebagai sosok yang pas untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan.
TGB menilai Jokowi bukanlah sosok yang sempurna, tetapi Jokowi mampu memberikan perubahan bagi Indonesia. Karenanya dia mengapresiasi kinerja Jokowi selama menjadi presiden dari Tahun 2014.
"Nah, sekarang pekerjaan sedang luar biasa, dan cukup pantas untuk memberikan kesempatan pada beliau dalam dua periode," kata TGB beberapa waktu lalu.
Menanggapi sikap TGB tersebut, beragam tanggapan bermunculan. Ada yang mendukung, tetapi ada juga yang tidak.
Nama TGB sering dibicarakan sebagai salah satu sosok yang pas untuk menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019.
Bersaing bersama TGB, sejumlah nama lain juga bermunculan, seperti Mahfud MD, Sri Mulyani, Jenderal (purn) TNI Moeldoko, Agus Harimurti Yudhoyono, Muhaimin Iskandar, dan Romahurmuziy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call