Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melantik sebanyak 127 pejabat untuk Jabatan Tinggi Madya, Pratama, Administrator dan Fungsional di lingkungan Kementerian PUPR, Jumat (19/7/2018).
Pelantikan dilakukan di Auditorium Kementerian PUPR. Pejabat yang dilantik terdiri dari 7 Pejabat Tinggi Madya (eselon I), 22 Pejabat Tinggi Pratama (eselon II.a), 6 Pejabat Tinggi Pratama Unit Pelaksana Teknis (II.b), 66 Pejabat Administrator (eselon II.a) dan 16 Pejabat Tinggi Administrator (eselon III.b) dan 10 pejabat fungsional.
Tujuh Pejabat Tinggi Madya (eselon I) yang dilantik adalah Ir. Widiarto, sebagai Inspektur Jenderal menggantikan Dr. Rildo Ananda Anwar, SH, MM, Ir. Hari Suprayogi, M.Eng sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air menggantikan Ir. Imam Santoso, Msc, Ir. Sugiyartanto, MT sebagai Direktur Jenderal Bina Marga menggantikan Ir. Arie Setiadi Moerwanto, Msc, Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, M. Eng.Sc sebagai Direktur Jenderal Cipta Karya menggantikan Ir. Sri Hartoyo, Dipl, SE,ME, Ir. Hadi Sucahyono, MPP, Ph.D sebagai Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) menggantikan Ir. Lana Winayanti, MCP yang sebelumnya menjabat Plt. Kepala BPIW.
Selain itu juga dilantik Ir. Achmad Gani Ghazali Akman, M.Eng.Sc sebagai Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan menggantikan Ir. Adang Saf Ahmad, CES dan Ir. Lukman Hakim, M.Sc sebagai Staf Ahli Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan menggantikan Ir. Khalawi AH. M.Sc, MM.
Menteri Basuki dalam arahannya mengatakan pergantian pejabat merupakan keniscayaan dan bagian dari penyegaran organisasi yang bertujuan untuk lebih memperkuat dan meningkatkan kinerja organisasi.
“Tugas kita adalah bekerja dan bekerja lebih keras. Tahun 2019 kita akan mendapatkan amanah yang lebih besar. Dalam Sidang Kabinet , Menteri Keuangan sudah menyampaikan bahwa renovasi dan pembangunan prasarana pendidikan (sekolah) dan pasar akan dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Tambahan tugas ini merupakan kepercayaan kepada Kementerian PUPR sebagai wujud hasil dari kinerja Bapak dan Ibu sekalian,” jelas Menteri Basuki.
Oleh karenanya melalui reorganisasi ini para pejabat yang telah dilantik dapat memberikan kontribusinya untuk meningkatkan kinerja organisasi. Pelantikan pejabat ini merupakan pengukuhan dari hasil seleksi terbuka yang kemudian dilakukan penilaian oleh panitia seleksi yang dibentuk tahun 2017 dan Tim Assesment Kementerian PUPR.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga mengucapkan terima kasih kepada para Pejabat Tinggi Madya yang telah menyelesaikan tugasnya, atas dedikasi yang luar biasa dalam pembangunan infrastruktur.
“Semoga dengan tim baru, kekompakan tetap dapat dijaga dan ditingkatkan,” tutur Menteri Basuki.
Memasuki tahun 2019 sebagai tahun politk, Menteri Basuki mengingatkan kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR untuk tidak ikut berpolitik praktis. Apalagi memanfaatkan wewenang, jabatan, atau anggaran yang dikelola untuk kegiatan politik.
“Kita berpolitik hanya pada saat memilih. Siapapun pimpinan negara, ASN tetap bekerja,” tegasnya.
Baca Juga: PUPR Perlebar Bendung Karet Tirtonadi Solo 60 Meter
Amanat lainnya adalah agar para pejabat di Kementerian PUPR menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Pejabat yang belum menyerahkan LHKPN, semua dokumen (SK Jabatan) tidak akan saya tandatangani. Sampaikan LHKPN itu karena itu kewajiban kita,” pungkas Menteri Basuki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan