Suara.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung mengamankan ribuan bungkus produk kosmetik tanpa izin edar (TIE) alias kosmetik ilegal yang berasal dari tujuh Kabupaten Kota di Jawa Barat.
"Kosmetik tanpa izin edar itu kami dapatkan dari tujuh kabupaten kota di Jawa Barat, yaitu Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Karawang, Kota dan Kabupaten Bekasi," kata Kepala BBPOM Bandung, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa di kantor BBPOM, Jalan Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/7/2018).
Menurutnya, nilai ekonomi dari kosmetik yang diamankan itu ditaksir mencapai Rp 1,9 miliar. Terdapat berbagai macam produk kecantikan ilegal yang berhasil diamankan BBPOM dalam sidak nasional yang berlangsung sekitar satu pekan itu.
BBPOM berhasil menyita produk kecantikan tanpa izin edar sebanyak 61.421 bungkus.
"Yang dipajang di sini tanpa izin edar. Sementara yang berbahaya ada beberapa seperti produk Natural 99, yang mengklaim ada vitamin E, padahal ada merkurinya. Ini produk untuk pemutih kulit," jelasnya.
Ia mengatakan masih akan melakukan pemeriksaan terkait dengan produk kecantikan yang mengandung zat-zat berbahaya itu. Selain itu, dia pun mengaku masih melakukan penelusuran mendalam terkait distributor ataupun tempat produksi alat kosmetik itu.
"Ini baru penyitaan barangnya saja. Mereka kan pedagang ataupun suplayer yang diamankan produknya saja, tapi kami juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi. Kita juga minta kerja sama mereka agar bisa tahu sumbernya dari mana," ujarnya.
Selain produk lokal, terdapat pula produk impor yang tidak memiliki izin edar dalam razia itu. Di antaranya, produk kosmetik yang berasal dari Tiongkok juga Korea Selatan.
"Impor kita kebanyakan dari Cina dan Korea. Ada juga produk lokal yang memang diproduksi di Indonesia. Tapi kita masih telusuri produsennya ada di mana," tandasnya. (Aminuddin)
Baca Juga: Daftar Nyaleg, Kader Partai Tommy Soeharto Tak Bayar Kopi Asongan
Berita Terkait
-
Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas
-
Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan
-
Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK
-
Guyon Prabowo Usai Bilang Endasmu di Depan Petani: Nanti Gue Dihajar Lagi, Emang Gue Pikirin!
-
Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!
-
Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes