Suara.com - Tim gabungan Polsek Tanjung Agung dan Tim Rajawali Polres Muaraenim, Sumatera Selatan, menangkap tiga pelaku spesialis pencurian dengan pemberatan (curat).
Namun, satu pelaku tewas lantaran melawan petugas saat akan ditangkap, serta seorang pelaku masih dalam pengejaran petugas.
Para pelaku ini adalah, Basrin (43), warga Dusun Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim (tewas); Samsul Bahri alias Darit (45), warga Tanjung Karang, Kacamatan Tanjung Agung; Solkoder alias Sol (37), warga Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, dan AD (DPO).
Informasinya, penangkapan ini berawal dari laporan yang diterima oleh tim gabungan tentang keberadaan kelompok pelaku spesialis curat yang akan melakukan pencurian baterai tower milik sejumlah provider baik Telkomsel maupun XL yang berada di Desa Tanjung Agung, tepatnya dekat SMAN 1 Tanjung Agung, pada Kamis (2/8/2018), sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Lalu, tim gabungan bergerak ke lokasi yang dimaksud untuk melakukan pengintaian. Beberapa saat kemudian, para pelaku datang dengan mengendarai sebuah mobil dan langsung dihadang oleh petugas.
Namun, saat kendaraan pelaku berhasil dihentikan, para pelaku berusaha melarikan diri dan salah satu tersangka (Basrin) melakukan perlawanan dengan sebilah sajam jenis badik.
Alhasil, petugas terpaksa mengambil tidak tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan, sehingga tersangka tumbang dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Rabain Muaraenim.
Kapolres Muaraenim Ajun Komisaris Besar Afner Juwono mengatakan, pelaku dikenal sangat ahli dalam melakukan aksinya, dengan memahami dan menggambar kondisi TKP yang akan menjadi targetnya tiga hari sebelum beraksi.
"Mereka (para pelaku) melakukan aksi terkoordinasi, setiap pelaku memiliki peran tersendiri. Selain menggasak baterai tower provider, para pelaku juga terlibat aksi Curanmor di wilayah hukum Polres Muaraenim," ujarnya, Kamis (2/8/2018).
Baca Juga: Polri: Siapa Bilang Polisi Tak Niat Tangani Kasus Novel Baswedan?
Menurutnya, Basrin merupakan residivis kasus Curat dan Curas serta diduga kuat sebagai otak dari pencurian baterai tower. "Para pelaku kami kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara," kata dia.
Sementara menurut pengakuan pelaku Darit, barang hasil curian yang diperolehnya dijual keluar kota dengan harga yang bervariasi, dan hasil penjualan dibagi rata.
"Kami menjualnya ke daerah Lahat, harganya bervariasi antara Rp25 - 35 juta perbaterai," pungkasnya. [Andhiko Tungga Alam]
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat