Suara.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan epicenter atau pusat gempa Lombok berkekuatan 7 Skala Richter(SR) yang menimbulkan tsunami di Lombok dan sebagian wilayah Bali, bukan terletak di dasar laut. Tapi BMKG memberikan peringatan tsunami.
Pusat gempa Lombok adalah lereng utara timur laut Gunung Rinjani pada jarak 18 kilometer arah barat laut Lombok Timur pada kedalaman 15 kilometer.
"Biasanya tsunami apabila epicenter di laut, kenyatannya epicenter ini bukan titik tetapi bidang patahan atau zona yang mengalami robekan memanjang hingga masuk di bawah dasar laut sehingga kami tetap perlu memberikan peringatan dini tsunami dengan level paling rendah yaitu waspada," kata Dwikorita dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (5/8/2018) malam.
Dari hasil pengamatan tinggi muka air laut di pantai, tsunami terjadi di empat lokasi yaitu Desa Carik, Lombok Utara dengan ketinggian tsunami 13,5 cm pada pukul 18.48 WIB dan Desa Badas pantai Sumba Utara dengan ketinggian tsunami 10 cm pukul 18.54 WIB.
Sepanjutnya Desa Lembar di pantai Lombok Barat Daya dengan ketinggian tsunami 9 cm pukul 19.27 WIB, serta Desa Benoa dengan ketinggian tsunami 2 cm pukul 19.58 WIB. Ketinggian tsunami diukur dari rata-rata muka air laut, dan diperkirakan hanya akan mencapai tinggi maksimal 50 cm.
"Meskipun kurang dari setengah meter tetapi harus diberikan peringatan dini karena dampak tsunami tergantung pada topograsi pantai, amplifikasi bisa saja terjadi," ujar Dwikorita.
Sejak gempa Lombok utama terjadi pukul 18.46 WIB, BMKG terus memantau perkembangan dan mencatat pola aktivitas gempa bumi susulan yang semakin melemah hingga pukul 20.20 WIB BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami.
BMKG mencatat sedikitnya 28 kali gempa telah terjadi dengan intensitas yang semakin berkurang.
Warga yang kondisi rumahnya sama sekali tidak mengalami kerusakan sudah diimbau kembali ke rumah, meskipun harus terus waspada dan tidak terpengaruh isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. (Antara)
Baca Juga: Korban Gempa Lombok Mengungsi di Masjid, Bayi sampai Lansia
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bandingkan Dirinya dengan Febrie, Nadiem Makarim Curhat Langsung Diborgol Saat Ditahan
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026
-
Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG
-
Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks