Suara.com - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengajukan somasi alias nota protes kepada Komisi Pemilihan Umum, karena melakukan pertemuan tertutup dengan sembilan sekretaris jenderal partai politik pendukung Jokowi.
Organisasi yang mendukung pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto – Ustaz Somad tersebut menilai, pertemuan tertutup pada Selasa 7 Agustus, di gedung KPU itu menyalahi aturan.
"Kami mengajukan nota protes terhadap KPU Rl terkait adanya pertemuan tertutup antara mereka dengan sekjen parpol koalisi Jokowi," kata Kris Ibnu, Ketua Advokat Cinta Tanah Air, di kantor ACTA, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (8/8/2018).
Ibnu mengklaim, pertemuan KPU – 9 sekjen partai pendukung Jokowi tersebut telah melanggar asas keterbukaan KPU sebagai salah satu lembaga negara.
Ia menuturkan, Pasal 6 huruf d Kode Etik Penyelenggara Pemilu mengamanatkan, KPU memberikan akses informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat sesuai kaidah keterbukaan informasi publik.
Ibnu mengingatkan agar KPU harus bisa menjaga netralitas dan kepercayaan publik. Ia mengatakan, pertemuan tertutup itu membuat publik meragukan netralitas KPU.
Ia juga memperingatkan agar KPU memublikasikan video rekaman pertemuan tertutup paling lambat tiga hari setelah menerima somasi mereka.
"Kami beri waktu tiga kali 24 jam agar KPU memublikasikan video pertemuan tersebut,” tandasnya.
Sementara untuk diketahui, KPU sebelumnya menegaskan menyediakan fasilitas konsultasi terhadap semua kubu sebelum mendaftarkan capres maupun cawapres.
Baca Juga: Ketua MPR dan Menkeu Semarakan Kirab Obor Asian Games di Lampung
Sedangkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sesudah pertemuan dengan KPU, Selasa siang, mengatakan ia dan 8 sekjen partai pendukung Jokowi ke KPU untuk menggunakan fasilitas konsultasi tersebut.
"Jadi kami datang untuk melakukan konsultasi dengan seluruh komisioner KPU terkait momentum yang sebentar lagi akan dilakukan untuk melakukan pendaftaran capres dan cawapres," kata Hasto.
Lebih lanjut Hasto mengatakan, konsultasi tersebut dimaksudkan agar segala kebutuhan terkait proses pendaftaran Jokowi sebagai calon presiden Pilpres 2019 dapat dipersiapkan secara matang-matang. [Yosafat Diva Bayu Wisesa]
Berita Terkait
-
Cawapres Jokowi Berinisial M, Sosok Bernama Depan M Ini ke Istana
-
Pamer Foto dengan Jokowi, Romahurmuziy: Jangan Tunjuk-tunjuk, Pak
-
Malam Ini Jokowi Umumkan Cawapresnya ke Partai Koalisi
-
Cawapres Jokowi Berinisial M, Ketua Partai Golkar: Sabar ya
-
Jalani Sidang DKPP, KPU Yakin Tak Langgar Undang-Undang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin
-
Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade
-
Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya
-
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi
-
Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP
-
Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?
-
Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026
-
Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya
-
Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur