News / Nasional
Rabu, 08 Agustus 2018 | 23:13 WIB
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyambangi rumah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Rabu (8/8/2018) malam. [Suara.com/Muhamad Yasir]

Suara.com - NU Ancam Cabut Dukungan ke Jokowi, Sekjen PDIP Sebut Hubungan Megawati ke Tokoh NU Baik

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri terus menjalin komunikasi dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj.

Ini dilakukan partai pengusung Jokowi sebagai bentuk respons terhadap isu elite PBNU dan PKB yang 'mengancam' meninggalkan Jokowi di Pilpres 2019, kalau tidak memilih kadernya sebagai cawapres.

Untuk diketahui, tedapat dua warga Nahdliyin yang masuk bursa bakal cawapres Jokowi, yakni Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

"Hubungan kami secara institusi, secara kelembagaan, maupun secara personal cukup baik antara Bu Mega, Ma'ruf, dan Said Aqil, berjalan sangat baik," ujar Hasto di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).

Meski begitu, PDIP selaku parpol pengusung Jokowi akan mendengar seluruh aspirasi masyarakat soal nama cawapres. Ancaman cabut dukungan kader NU ke Jokowi juga dianggap sebagai dinamika politik.

"Tentu saja itu bagian dari dinamika politik menjelang penetapan capres cawapres dan itu menjadi biasa," kata Hasto.

Beberapa hari terakhir, nama Mahfud MD digadang-gadang sebagai kandidat cawapres terkuat untuk mendampingi Jokowi.

Tetapi, Said Aqil menegaskan Mahfud bukan representasi NU karena bukan kader mereka. Terkait itu, apa tanggapan PDI Perjuangan?

Baca Juga: Mantan Napi Salemba Bangun Pabrik Sabu di Tangerang

"Kami tak campur tangan atas keputusan PBNU, mana kader mereka yang dimajukan. Tugas kami mendengarkan aspirasi tersebut," ucap Hasto.

Load More