Suara.com - Gempa susulan kembali mengguncang Lombok, tepatnya 39 km dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang terjadi pukul 01.23 WIB dengan magnitudo mencapai M 5,2. Sedangkan gempa sebelumnya sebesar M 5,3 terjadi 36 km dari Lombok Timur, pada pukul 23.37 WIB. Demikian dilansir US Geological Survey.
Bencana alam ini mendapatkan perhatian khusus dari beberapa pemberitaan dunia. Antara lain China Post yang menyatakan bahwa episentrum atau pusat gempa berada pada kedalaman relatif dangkal, yaitu sekitar 7 km dan kedua adalah sekitar 5 km di selatan kota Belanting.
Masih di hari yang sama, gempa bumi juga terjadi di beberapa kepulauan di Samudera Pasifik, yaitu Fiji dan Tonga, dengan magnitudo mencapai 8,2. Seperti Kepulauan Indonesia, keduanya juga berada di kawasan Sabuk Gunung Berapi atau Ring of Fire.
Sedangkan The Independent menyebutkan bahwa gempa yang terjadi 2 km sebelah selatan kota Belanting ini terasakan sebagai tremor di Bali dan bagian selatan Lombok.
Sementara dari cuitan CPP Geophysics lewat media sosial Twitter dilampirkan map aktivitas seismik di mana gempa bumi terjadi pada zona patahan Timur-Barat sepanjang 100 km. EMSC memberikan tagar khusus #gempa yang mengguncang Lombok, dan IFRC atau Palang Merah Bulan Sabit Merah menyebutkan bahwa gempa susulan berlanjut mengguncang Lombok dengan korban meninggal lebih 460 jiwa, 7.000 orang mengalami luka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar