Suara.com - Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan pada Situasi Darurat dan Kondisi Khusus, Nyimas Aliyah, menyampaikan hingga saat ini masih banyak sekali kendala dalam menangani masalah penanganan bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Salah satunya adalah fasilitas untuk ibu yang baru melahirkan. Nyimas Aliyah menyatakan bahwa jumlah ibu yang melahirkan saat ini sebanyak 136 ibu dan semuanya selamat. Namun, ruangan untuk pemulihan mereka masih minim,
“Tapi sekarang ini mereka bayi-bayinya sangat kasihan. Mereka berada di tenda-tenda yang panas. Ibu yang habis melahirkan bayinya, itu harusnya ada di ruangan yang agak prioritas lah ya," ujar Nyimas Aliyah di Gedung Kemen PPPA, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (24/8/2018).
"Karena untuk tumbuh kembangnya juga. Kasihan sekali mereka harus berada ditenda tenda yang bercampur," sambung Nyimas Aliyah.
Kalau dibilang mendesak, ungkapnya, semuanya medesak, tapi Kementerian PPPA hanya terfokus pada segi perlindungan perempuan, anak, dan kelompok rentan. Nyimas Aliyah menambahkan, semua layanan itu tentu berbeda-beda, bahkan kebutuhan bagi penyandang disabilitas.
“Jadi kalau pertama kita datang itu lebih kepada kubutuhan makan dan minum. Nah, kalo pasca ini sudah mulai kebutuhan-kebutuhan pakaian yang katanya seminggu ada yang belum ganti. Kita drop pakaian pakaian dalam,” ungkapnya.
Selain itu, Nyimas Aliyah juga menyampaikan bahwa jumlah psikolog disana sangat minim dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan yang ada.
“Jumlah psikolog juga sangat terbatas. Bandingkan itu 173 ribu loh perempuan yang di pengungsian sekarang. Jumlah 173 itu sebelum gempa yang tanggal 19 lalu,” tutur Nyimas Aliyah.
Baca Juga: Tak Benar Anggaran Gempa Lombok Rp 38 miliar, Tapi Rp 4 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi