Suara.com - Kementerian Perhubungan mengungkapkan, bus pariwisata yang terjun ke jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak laik beroperasi. Bus tersebut tercatat sudah 2 tahun tidak melakukan uji pemeriksaan laik operasi alias KIR.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, bus pariwisata tersebut terakhir melakukan uji KIR pada tahun 2016.
"Bus itu sudah empat kali tak uji KIR. Ujian itu kan 6 bulan sekali. Padahal KIR berapa sih (tak membutuhkan dana besar). Paling tidak jauh dari Rp 80 ribu," ujar Budi saat dihubungi Suara.com, Minggu (9/9/2018).
Selain itu, Budi mengungkapkan, bus pariwisata nahas tersebut juga mengangkut penumpang melebihi kapasitas.
Alhasil, over kapasitas itu juga menjadi penyebab kecelakaan. Sebab, ketika melintasi medan jalanan yang sulit, bus tak kuat menahan banyaknya penumpang.
"Bus pariwisata itu maksimal 32 orang, tapi bus itu mengangkut 39 orang termasuk sopir. Jadi ada kelebihan penumpang," tutur dia.
Budi menambahkan, pihaknya akan memberikan sanksi administratif kepada perusahaan otobus pemilik. Sanksi maksimalnya adalah mencabut izin operasi perusahaan otobus.
"Kami juga minta ada sanksi pidana kepada si sopir. Bukan itu saja, kami juga meminta kepolisian untuk menindak panitia penyelenggaranya,” kata dia.
Sebelumnya, Bus Pariwisata bernomor polisi B 7025 SAG yang mengangkut karyawan PT Catur Putra Raya Bogor masuk jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018).
Baca Juga: Jangan Lewatkan ke Desa Nyambu Saat ke Bali, Ini Alasannya
Dalam kecelakaan itu, sebanyak 21 penumpang meninggal dunia, 14 orang luka berat, serta 2 lainnya luka ringan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno