Suara.com - Identifikasi korban tragedi teror 9/11 atau 11 September 2001 di New York, Amerika Serikat, dipastikan masih berlanjut. Kini dari sekitar 2.753 korban tewas, baru 1.642 orang yang diketahui identitasnya.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (11/9/2018) The New York City Medical Examiner atau sebuah kantor medis pemerintahan di NY tengah menidentifikasi 1.100 korban yang belum diketahui identitasnya. Mereka masih terkubur di Staten Island landfill.
Proses identifikasi DNA korban 9/11 sempat terhambat. Karena 1,8 juta ton puing sisa reruntuhan menara kembar dibuang lebih awal beberapa saat setelah kejadian teror. Di sisa puing itu, dikhawatirkan masih terdapat jenazah korban.
"Kami bersyukur bahwa identifikasi terus berlanjut, tetapi ada lebih banyak materi (tubuh korban) yang terpisah," kata Diane Horning, pemimpin advokasi keluarga korban atau yang disebut World Trade Center Families.
Putra Horning bernama Matthew, juga menjadi korban yang diidentifikasi sejak awal.
Matthew merupakan seorang administrator database untuk sebuah perusahaan asuransi. Saat kejadian, Matthew sedang bekerja di lantai 95 Menara Utara ketika pesawat menghantam menara kembar.
Kemampuan untuk mengidentifikasi lebih banyak korban adalah bab terakhir dalam kisah sedih tragedi 11 September , ketika dua pesawat jatuh ke Menara Kembar World Trade Center 17 tahun lalu.
Penghancuran Menara Kembar adalah bagian dari pembajakan terkoordinasi empat pesawat oleh militan al-Qaeda yang menewaskan hampir 3.000 orang di New York, Washington dan Pennsylvania barat, di mana salah satu pesawat jatuh di ladang pertanian.
Serangan itu memicu eskalasi keterlibatan militer AS di Timur Tengah yang berlanjut sampai hari ini.
Baca Juga: Konser Perpisahan Elton John Berawal di Amerika Serikat
Sebuah terobosan ilmiah dalam ekstraksi materi genetik dibuat tahun ini dan sudah diumumkan oleh kepala pemeriksa medis Kota New York minggu lalu, saat peringatan ke-17 serangan itu.
Teknik baru ini menempatkan fragmen tulang di sebuah ruangan yang mengandung nitrogen cair untuk membuatnya lebih rapuh sehingga dapat dihancurkan menjadi bubuk halus. Semakin tulang dilumatkan, semakin mungkin untuk mengekstrak DNA.
Ini adalah upaya terbaru dalam penyelidikan forensik terbesar dalam sejarah AS. Di mana, timnya melibatkan tim pemeriksa medis dari 10 ilmuwan yang bekerja pada sisa-sisa yang sebelumnya dianggap terlalu terdegradasi dari bahan bakar jet, panas, dan kondisi lain untuk menjalani pengujian.
“Kami akan terus mencoba (mengidentifikasi) 5, 10, sampai 15 kali,” kata Mark Desire, kepala Medical Examiner.
"Kami membuat profil DNA dari sisa-sisa yang kami tidak punya harapan untuk mengidentifikasi di masa lalu," tambahnya. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan