Suara.com - Roy Suryo diadukan ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan tindak pidana penggelapan terhadap barang milik negara. Tuduhan penggelapan itu diadukan oleh warga bernama Frits Brahmy Daniel.
"Rakyat punya hak untuk kemudian memberikan kontrol persoalan barang-barang itu, ketika kemudian kita lupa soal barang yang tidak dikembalikan maka kita ikut menjadi orang yang lupa. Makanya kita minta, hari ini kita datang ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk menindaklanjuti persoalan ini," kata pengacara Fritz, Muhammad Zakir Rasyidin di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018).
Zakir menyebutkan, dugaan penggelapan yang dilakukan Roy Suryo itu berkaitan dengan ribuan barang yang belum dikembalikan setelah tak lagi menjabat sebagai Menpora.
Terkait kasus dugaan penggelapan ini, Fritz juga mengaku telah menyerahkan daftar ribuan aset negara yang diduga digelapkan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu.
"Kita bawa list atau daftar barang-barang yang diduga dibawa pergi dengan total kurang lebih 3100 sekian item," kata Zakir.
Berdasarkan temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), kata Zakir, nilai barang yang diduga hingga kini belum dikembalikan Roy Suryo mencapai Rp 9 miliar.
"Menurut temuan BPK hampir Rp 9 miliar. Nah itu barang dikemanakan? Kalau 3.000 lebih dibawa pulang atau dibawa kabur harus dikembalikan," terangnya.
Dia pun menganggap, upaya hukum ini ditempuh karena belum ada niat Roy Suryo untuk mengembalikan ribuan aset negara yang diduga belum dikembalikan.
Padahal, kata dia, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintah agar Roy Suryo mau mengembalikan aset-aset milik Kemenpora.
"Pak Roy Suryo harus tanggung jawab, pak SBY kemarin sudah mengatakan sudah perintahkan untuk berpesan soal ini, ini yang kita minta. Secara hukum bagaimana, penegak hukum menilai semua ini," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya