Suara.com - Ketua DPP PKB Lukman Edy menilai Ijtimak Ulama jilid II yang digelar pada Minggu (16/9) akhir pekan lalu, tidak merepresentasikan pemuka agama Islam se-Indonesia.
Lukman mengatakan, para ulama yang tergabung dalam Ijtimak Ulama II merupakan pemuka agama partisan yang arah politiknya sudah jelas, yakni mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai Capres dan Cawapres.
"Dari awal sikap politiknya sudah jelas. Jadi bagi kami tidak aneh," kata Lukman di Media Center Komisi Pemilihan Umum, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).
Lukman juga melayangkan kritik Ijtimak Ulama Jilid II yang masih membicarakan adanya kriminalisasi ulama oleh negara. Menurutnya, perlu ada pembuktian lebih lanjut untuk dapat membuktikan kebenaran klaim tersebut.
"Mana ulama yang merasa di kriminalisasi? Apalagi dikriminalisasi oleh rezim. Oleh Pak Jokowi misalnya. Mana?" jelasnya.
Lukman menilai, para ulama yang berkumpul di Ijtima Ulama jilid II harus memahami kekuasaan dalam konteks eksekutif, yudikatif, dan legislatif.
"Kecuali ada ulama-ulama yang ditangkap kemudian tidak mengalami proses peradilan dan langsung masuk penjara, maka itu baru namanya kriminalisasi,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba