Suara.com - Istana Kepresidenan mengklaim tidak terlibat dalam pemberitaan isu cuci uang Rp 177 triliun yang melibat Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY selama dia jadi presiden. Istana berkomentar ini lantaran Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berfoto dengan Co-Founder Asia Sentinel, Lin Neumann.
Asia Sentinel, mengunggah artikel berjudul ”Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy” (Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar), Senin (11/9/2018).
Dalam artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel John Berthelsen tersebut, termuat cuplikan hasil investigasi kasus di balik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara, yang akhirnya jatuh ke tangan J Trust.
Nama SBY pun tercantum dalam artikel itu sebagai salah satu dari 30 pejabat negara yang diduga terlibat konspirasi pencurian uang negara hingga 12 miliar Amerika Serikat atau setara Rp 177 triliun dan melakukan praktik pencucian uang di sejumlah bank internasional.
"Tidak ada kepentingan apapun Istana dengan Pak SBY. Dan hubungan Pak SBY dengan Pak Jokowi baik-baik saja. Tidak ada hal yang dipertentangkan antara Pak SBY dengan Pak Jokowi," Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (18/9/2018).
"Kalau anda men-simplified lagi Istana itu Pak Presiden, sekali lagi jangan semua dikaitkan," Johan menambahkan.
Kicauan Demokrat
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik memajang sebuah foto di akun Twitternya, @RachlanNashidik yang berisi Moeldoko berfoto dengan Lin Neumann. Dalam kicauannya, Rachland Nashidik mengatakan Lin Neumann dalam foto itu berkacamata dan baris ketiga di belakang Moeldoko.
"Lin Neumann -- berkacamata, ketiga di belakang -- adalah Co-Founder Asia Sentinel, Blog berbasis di Hongkong yang menyebar kabar bohong tentang SBY dan Partai Demokrat. Di foto ini Tuan Neumann berfoto dengan @GeneralMoeldoko," kicau Rachland Nashidik, Selasa (18/9/2018).
Baca Juga: Pencabutan Berita "Isu SBY Cuci Uang, Demokrat: Tak Semua..."
"Apakah Istana terlibat dalam fitnah pada SBY?" lanjut Rachland Nashidik.
Berita Terkait
-
Demokrat Pajang Bos Asia Sentinel Berfoto dengan Moeldoko
-
Moeldoko Ikut Resmikan Pencatatan Saham Arkadia Digital Media
-
Pemberitaan Asia Sentinel, Demokrat Ajak Dewan Pers ke Hong Kong
-
Demokrat: Jokowi - Prabowo yang Bertarung, SBY yang Digebuk
-
Pencabutan Berita "Demokrat Laporkan Isu SBY Cuci Uang..."
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran
-
Krisis Iklim Ancam Keselamatan Jemaah Haji, Studi Soroti Risiko Heatstroke
-
KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Kasus Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR Maidi
-
DPR Apresiasi Bareskrim di Kasus Judi Online Internasional, Minta Jaringan Lain Dibongkar
-
Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?
-
252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani
-
DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye
-
Komisi II DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Parlemen, Tak Perlu Dialihkan ke Pemerintah
-
Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran
-
Dokumen UFO Cuma Pengalihan Isu, Publik Diminta Jangan Percaya Omong Kosong Trump