Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fadi Zon menyarankan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengganti hadiah bagi-bagi sepeda menjadi gantungan kunci berbentuk sepeda. Hal itu berkaitan apabila Jokowi membagikan sepeda dengan pendanaan pribadi.
Fadli membandingkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY sempat dipermasalahkan kala membagi-bagikan bola pada masa kampanye dahulu. Saat itu SBY diprotes karena dianggap menghabiskan dana besar hanya untuk bagi-bagi bola.
"Saya masih ingat tuh pak SBY memberikan bola katanya harga bola itu seharga lebih dari berapa ratus ribu. Jadi menurut saya sepeda kan mahal tapi kalau sepeda-sepedaan, souvenir kecil itu mungkin nggak apa-apa gantungan kunci sepeda," kata Fadli Zon di Gedung KK, Kompleks Parlemen, Jumat (28/9/2018).
Saran Fadli itu sebagai bentuk mengingatkan bahwa adanya batasan yang diterapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu perihal pengeluaran dana kampanye.
"Bahwa tidak boleh ada politik uang, ini menjadi politik sepeda. Kan kita nggak boleh memberikan uang terlalu banyak, sepeda kan mahal harganya sekitar 4-5 juta," pungkasnya.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali membagikan sepeda saat menyerahkan sertifikat tanah kepada warga di wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (27/9/2018).
Kebiasaan Jokowi membagikan sepeda kepada warga yang berhasil menjawab kuis yang diajukan sempat terhenti karena ada kekhawatiran melanggar aturan selama masa kampanye Pilpres 2019.
Jokowi bercerita kembali membagikan sepeda lantaran dia sudah bertanya ke Komisi Pemilihan Umum atau KPU. Ternyata, kata Jokowi, dibolehkan KPU.
Baca Juga: Didatangi Jokowi, Sultan Hamangkubuwono Nyatakan Tak Berpihak
Berita Terkait
-
Fadli Zon: Sebelum Visa Habis, Rizieq Sudah Niat Keluar dari Arab
-
Didatangi Jokowi, Sultan Hamangkubuwono Nyatakan Tak Berpihak
-
Ke Keraton, Ini Isi Obrolan Jokowi saat Bertemu Sultan Yogyakarta
-
Yenny Wahid Dapat Posisi Strategis di Tim Jokowi, Timses: Kejutan
-
15 Menteri Jadi Timses Jokowi, Gerindra Cemaskan Hal Ini
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah