Suara.com - Paling tidak, tiga media kenamaan dari Britania Raya dan Australia memaparkan detik-detik air traffic controller Anthonius Gunawan Agung mempertaruhkan nyawa agar pesawat Batik Air nomor penerbangan 6321 bisa mengudara di tengah gempa Palu yang berlanjut dengan tsunami.
Media kenamaan Inggris Daily Mail, dan Sunday Express, serta ABC Net Australia memaparkan kurang lebih senada, "Air traffic controller (ATC) mempertaruhkan nyawa sehingga pesawat bisa terbang dalam kondisi gempa. Ia menolak untuk meninggalkan tempatnya bertugas di menara pengawas, untuk memastikan bahwa pesawat bisa lepas landas sebelum terjadi gempuran air dari kejadian tsunami".
Masih berusia 21 tahun, Anthonius Gunawan Agung, adalah satu-satunya personel yang tetap bertahan di Air Traffic Tower di bandar udara Mutiara Sis Al Jufri Airport di Palu, saat gempa berkekuatan 7,5 SR (skala Richter) melanda di kota pesisir itu pada Jumat (28/9/2018).
Yohannes Sirait, juru bicara Air Navigation Indonesia menyatakan bahwa putusan Anthonius Gunawan Agung memang merenggut nyawanya, namun menyelamatkan ratusan jiwa lainnya.
"Ia memandu penerbangan itu, dan bila ia meninggalkan tugasnya sebelum pesawat airborne atau mengudara, mungkin saja para penumpang dalam kondisi bahaya," tukas Yohannes Sirait.
Setelah memastikan pesawat mengudara dengan sempurna, barulah Anthonius Gunawan Agung memutuskan untuk terjun dari lantai empat di menara pengawas. Ia mengalami patah kaki dan luka dalam. Sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Kami persiapkan helikopter dari Balikpapan, di Kalimantan untuk membawanya ke rumah sakit yang lebih besar di kota lain," lanjut Yohannes Sirait. "Sayangnya ia telah berpulang sebelum helikopter mencapai lokasi pada Sabtu pagi (29/9/2018)."
Sampai saat ini, menara pengawas di mana Anthonius Gunawan Agung bertugas terakhir Jumat lalu masih dalam kondisi rusak parah, terjadi rekahan sepanjang 250 m di runway, dan total runway yang bisa beroperasi adalah 2.000 m, hanya cukup untuk kebutuhan darurat, SAR, serta tujuan pertolongan dan medis.
Baca Juga: Tommy Sugiarto Kalah, Indonesia Tanpa Gelar di Korea Open 2018
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu