Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai wacana pemotongan gaji untuk korban gempa di Palu dan Donggala sebagai sebuah kebijakan negara.
Oleh karena itu, jika wacana tersebut ingin direalisasikan, maka pelaksanaannya harus melalui Kementerian Keuangan untuk mengurus segala prosesnya sebagai bendahara negara.
Terkait ini, Fahri Hamzah mengaku menyambut baik wacana tersebut untuk menolong maysarakat yang membutuhkan. Hanya saja kata dia, untuk bisa berjalan ini harus melalui Kementerian Keuangan.
“Kalau mau (potong gaji), pemerintah melalui kemenkeu saja. Dipotongnya itu melalui kemenkeu. Kalau mau di jadikan policy negara harus melalui kementerian keuangan,” ujar Fahri Hamzah saat ditemui di kompleks DPR.
Soal dana sumbangan ini ditambahkan Fahri Hamzah, teman-teman dari DPR sudah membuat rekening khusus untuk bantuan korban gempa.
Namun, ditegaskan dia, bantuan ini sifatnya lebih kepada suka rela. Berbeda dengan pemotongan gaji yang harus melalui Kementerian Keuangan yang bisa dikategorikan sebagai sebuah keharusan.
“Jadi gini, ada publik, ada privat. Kalau dia dijadikan privat maka, itu sukarela lah menyumbang, mau melalui chanel mana itu hak masing-masing. Tapi, kalau mau dijadikan aturan publik, itu kemenkeu. Kan keputusan gaji kita akan dipotong. Maka kena semua. Silahkan,” kata dia. (Yatti Febriningsih)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah
-
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana