News / Nasional
Rabu, 10 Oktober 2018 | 06:15 WIB
Umat islam meninggalkan Masjid An-Nur seusai melaksanakan Salat Jumat di Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palu akan mendata imam masjid yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sigi, dan Donggala, Jumat (28/9/2018). Pendataan imam masjid yang menjadi korban bencana kata Ikbal, merupakan permintaan dari DMI pusat.

"Kita akan mendata imam masjid yang meninggal untuk diurus santunannya oleh DMI pusat," kata Ketua DMI Palu Ikbal Andi Mangga, di Palu, Selasa (9/10/2018).

"Saya belum bisa menentukan kapan mulai pendataannya karena saya masih cari teman-teman pengurus DMI Palu yang selamat dan merekonstruksi mental mereka untuk bisa kembali aktif," jelas Ikbal.

Menurut Ikbal merekonstruksi mental para pengurus pascagempa dan tsunami sangat penting dilakukan oleh semua pemangku kepentingan untuk menuju Palu bangkit. DMI Palu, lanjut Ikbal, terlebih dulu akan mendata seluruh masjid beserta imam masjid di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Setelah itu, DMI Palu akan mengajukan daftar imam masjid yang meninggal ke DMI pusat untuk diberi santunan. DMI, sambung Ikbal, juga akan memberikan santunan terhadap masjid-masjid yang rusak akibat bencana gempa dan tsunami.

Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (Simas) Direktorat Urusan Agam Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI jumlah masjid di Kota Palu sebanyak 382 unit. (Antara)

Load More