Suara.com - Sebanyak 3.284 personel polisi akan dikerahkan untuk mengamankan massa dari Persaudaraan Alumni atau PA 212 di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018) hari ini. Kedatangan ratusan orang itu untuk mengawal pemeriksaan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sebagai saksi kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.
"Untuk pengamanan ada sebanyak 3.284 personel ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi.
Berdasarkan, pantuan Suara.com, ratusan personel Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya sudah bersiaga dan sedang mengikuti apel pasukan di area dalam, dekat pintu utama Mapolda Metro Jaya. Selain itu, sejumlah kendaraan taktis yang terdiri dari satu unit barracuda, dua water canon dan satu unit mobil barikade juga sudah disiagakan.
Terkait aksi pengawalan terhadap Amien Rais ini, polisi juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas di jalan menuju Polda Metro Jaya. Argo menyebut, rekayasa lalin itu baru akan diterapkan apabila ada kemacetan kendaraan saat massa mulai datang.
"(Rekayasa arus lalin) situasional di lapangan," kata Argo.
Sebelumnya, polisi melarang massa PA 212 untuk masuk ke dalam area Polda Metro Jaya saat Amien Rais memenuhi panggilan dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet.
Amien hanya diperbolehkan didampingi pengacara selama menjalani pemeriksaan. Ratusan orang dari PA 212 bisa mengantar Amien hingga luar gerbang Polda Metro Jaya.
"Di luar semua ya (massa PA 212) di luar Polda Metro. Yang diperbolehkan masuk amien sama pengacaranya," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (9/10/2018).
Lebih lanjut, Argo juga mengimbau agar massa PA 212 bisa bersikap tertib selama melakukan pengawalan terhadap Amien Rais.
Baca Juga: Perokok Pasif Paling Rentan Kena Kanker Paru
"Kami berharap baik pendukungnya maupun yang mengantar tidak melakukan hal yang kami tidak inginkan di sana. Kami yakin lah nanti pasti enggak ada kejadian apa-apa," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban