Suara.com - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membantah Calon Presiden Prabowo Subianto memanfatkan hoaks sebagai pendulang perhatian publik. Riza malah menyebut Prabowo memiliki kepribadian yang sangat baik.
Pernyataan Riza itu menjawab tudingan Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman yang menyebut Prabowo menggunakan isu hoaks hingga tiga kali. Dengan tegas, Riza mengatakan Prabowo tidak pernah bermain-main dengan isu berita bohong.
"Kami tidak pernah (bermain) berita-berita hoaks. Orang kan ketahuan mana yang selama ini memakai hoaks mana yang tidak,” kata Riza di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (9/10/2018).
Ia mencontohkan, saat penyanyi Sang Alang yang pernah mengajukan sebuah lagu kepada Prabowo. Juru bicara Prabowo kemudian mencoret-coret lirik yang menyinggung kebobrokan pemerintah. Kata Riza, hal tersebut merupakan perintah langsung dari Prabowo yang tidak ingin memperkeruh suasana politik.
"Apa yang disampaikan Sang Alang itu sebetulnya betul amburadulnya pemerintah, carut-marutnya pemerintah. Tapi Prabowo sebagai kompetitor justru mengoreksi, nggak perlu lah diungkap, hatinya sangat lembut, ikhlas berjuang tanpa harus menjelekkan orang lain," pungkasnya.
Untuk diketahui, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman menyebut sedikitnya sudah tiga kali calon presiden Prabowo Subianto menggunakan isu hoaks sebagai dasar untuk bersikap. Ia menilai hal itu memang sengaja dilakukan oleh Prabowo lantaran sudah berulang kali terjadi.
Menurut Andy, isu hoaks mengenai Ratna Sarumpaet akan mempengaruhi elektabilitas Prabowo. Ia memanfaatkan momentum hoaks ini untuk mendulang perhatian.
Hoaks pertama terjadi pada Pemilu 2014. Saat itu, Prabowo menggunakan lembaga survei dengan hasil nilai sementara pemilu yang jauh lebih unggul dibandingkan dengan Joko Widodo. Namun, KPU akhirnya mengkonfirmasi bahwa hal itu tidak benar.
Kedua kalinya Prabowo juga melakukan hal serupa. Prabowo menyebut Indonesia akan bubar pada 2045. Ia menggunakan novel untuk melihat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Bagi Fred, Tekanan pada Manchester United adalah Hal Wajar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual
-
Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus