Suara.com - Para personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian memberikan bantuan membersihkan sejumlah fasilitas umum dan akademik pasca gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Seperti dijumpai dalam pantauan Antara pada Minggu (14/10/2018), sejumlah personel Polisi tampak membersihkan reruntuhan sekitar Masjid Ar Rahmat, Palu. Sedangkan hari ini, TNI turun tangan membersihkan lumpur di sekitar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.
"TNI turut serta membantu untuk membersihkan lingkungan IAIN Palu dari lumpur pasca tsunami," kata Dr Abidin Djafar, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Palu, Senin (15/10/2018).
Untuk pelaksanaannya, para tenaga dari TNI mengarahkan satu alat berat untuk membersihkan lumpur dan material yang terbawa tsunami. Pembersihan dilakukan mulai dari halaman Aula IAIN Palu, kemudian ke arah samping gedung dosen dan lingkungan gedung perkuliahan.
Selain itu juga beberapa truk untuk membantu memulihkan kembali kampus IAIN Palu agar kegiatan perkuliahan dan akademik segera berjalan.
Selain alat berat dari TNI, terlihat dua alat berat milik PT Adhi Karya lewat program Adhi peduli, yang dikerahkan untuk membersihkan lumpur. Badan Usaha Milik Negara itu juga menerjunkah sejumlah personel dan truk untuk membersihkan material. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka