Suara.com - Ritual sedekah laut di Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta diserang massa bercadar karena dianggap sesat. Sedianya sedekah laut itu digelar Sabtu (13/10/2018) pagi, tapi batal digelar.
Sejumlah properti acara dirusak oleh gerombolan bercadar, Jumat (12/10/2018) tengah malam. Acara sedekah laut yang sudah berlangsung tiap tahun itu akhirnya hanya menggelar acara pentas keseniannya, tanpa acara pelarungan sesaji ke laut.
Guru besar ilmu sejarah dan kebudayaan Islan dari UIN Sunan Kalijaga, Profesor Amin Abdullah, mengatakan perusakan properti sedekah laut di Pantai Baru adalah bentuk intoleransi dan main hakim sendiri. Menurut dia, sedekah laut di Bantul itu sebagai simbol rasa syukur.
“Sedekah laut itu simbol. Simbol rasa syukur dengan cara berbeda,” kata Ketua Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1995-2000 itu dalam dialog Membangun Toleransi dalam Bingkai Kebhinekaan itu.
Menurut Amin, Islam mengajarkan saling menghormati dan saling memahami.
“Bukan asal mengklaim paling dan asal benar. Persoalan mengenai agama muncul manakala diselipkan permainan politik. Sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah toleransi aktif,” ucap dia.
Amin optimistis masalah tersebut bisa diatasi karena daya tahan kultural dan sosial masyarakat DIY dalam menjaga toleransi cukup baik.
“Di era sekarang ini, cara berpikir dalam menyikapi apa pun, termasuk agama, harus fleksibel. Orang harus mengutamakan aspek fleksibelitas untuk tidak saling menghakimi,” ucap dia.
Berita ini kali pertama diterbitkan Harianjogja.com dengan judul "Widya Budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat: Sedekah Laut Harus Dilestarikan"
Baca Juga: Diteror Massa Bercadar, Kraton Tetap Lestarikan Sedekah Laut
Berita Terkait
-
Diteror Massa Bercadar, Kraton Tetap Lestarikan Sedekah Laut
-
Massa Bercadar Serang Ritual Sedekah Laut, Polisi Periksa 9 Orang
-
Dianggap Syirik, Massa Cadar Bersenjata Bubarkan Sedekah Laut
-
Teriak Allahu Akbar, Gerombolan Cadar Rusak Prosesi Sedekah Laut
-
Sandiaga Klaim Sultan HB X Sepakat dengan Konsep Ekonominya
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak
-
Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya