Suara.com - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin mempertanyakan inti slogan Make Indonesia Great Again (Membuat Indonesia Kembali Berjaya), yang dicetuskan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat berpidato.
Juru Bicara TKN Jokowi – Maruf, TB Ace Hasan Syadzily, menuturkan slogan itu belum paripurna sehingga banyak orang memplesetkannya menjadi Make Indonesia Orba Again (Membuat Indonesia Kembali Orde Baru).
“Sejak awal saya tak menyetujui konsep Make Indonesia Great Again. Dia kan merujuk pada konsep Presiden AS Donald Trump. Tapi, AS belum tentu sama dengan Indonesia dalam sejarahnya,” kata Ace kepada Suara.com, Senin (15/10/2018).
Kalau Prabowo ingin membawa Indonesia kembali menjadi negara yang jaya, maka harus dijelaskan pula arah rujuannya sehingga tak menimbulkan spekulasi masyarakat.
"Kalau kita mau menjadi bangsa besar, tentu rujukannya ke mana? Ke zaman Orde Baru? Ya Orba pernah punya prestasi, tapi kan pemerintahannya dijatuhkan rakyat. Apa kita mau merujuk pada situasi itu?" ujarnya.
Sementara Juru Bicara Timses Prabowo – Sandiaga, Ferdinand Hutahaean menjelaskan, orang-orang yang memplesetkan jargon tersebut cuma melihat sisi negatif Orba.
Padahal, menurutnya, ada prestasi-prestasi Orde Baru yang bisa diaplikasikan dalam pemerintahan kekinian, terutama konsep ekonomi pembangunannya.
"Padahal orde baru punya prestasi luar biasa juga, meskipun punya kekurangan di bidang demokrasi. Nah demokrasinya itu akan diperbaiki, tetapi era pembangunannya kan harus ditiru," klaimnya.
Baca Juga: Selasa Besok Tim Prabowo Diperiksa Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan
-
Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk
-
AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan
-
10 Serangan dalam 30 Menit! Rudal-rudal Israel Tewaskan 11 Warga Lebanon
-
Tabungan Nikah Rp83 Juta Ludes! Pemilik WO Jaktim Diburu Polisi Usai Tipu Calon Manten
-
KRL Tangerang Lumpuh Sore Ini: Kereta Mogok di Tengah Jalur, Penumpang Terjebak
-
TNI Ikut Buru Begal di Jakarta, PMJ Tegaskan Penanganan Hukum Tetap di Polisi
-
Darurat Mafia Tanah, BPN Banjarbaru Dilaporkan ke Ombudsman Buntut Sengketa di Jalan Aneka Tambang
-
Lebaran di Penjara, 52 Koruptor Muslim di Rutan KPK Diizinkan Salat Iduladha dan Terima Keluarga
-
RS Pondok Indah Hingga Binus Masuk Daftar, Nekat Beroperasi Tanpa SLF