Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno memunyai cara unik untuk menjawab pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, yang mengkritiknya.
Andi Arief, Kamis (11/10), mengunggah tulisan ke akun Twitter pribadinya yang menyebut Sandiaga Uno lebih dominan berkampanye ketimbang sang pasangan, Calon Presiden Prabowo Subianto.
“Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya, sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden,” tulis Andi Arief.
Saat mengunjungi Pasar Terminal Sukamelang, Subang, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018), Sandiaga sempat mendatangi pedagang petai bernama Nyai.
Sandiaga Uno lantas mengambil seikat petai dan meletakkanya di bahu serta kepalanya.
“Nih Pak Andi Arief, rambut saya sampai berubah jadi warna hijau karena terus menerus kampanye,” kata Sandiaga.
Sindiran Sandiaga Uno tersebut sontak membuat tertawa rombongan serta pengunjung pasar tersebut.
Sementara melalui akun Facebook miliknya yang terverifikasi, Sandiaga Uno berjanji akan membantu pedagang Pasar Sukamelang.
“Pedagang di Pasar Sukamelang Subang ini lebih memilih untuk berjualan di luar dibandingkan di dalam, padahal di dalam sudah tersedia lapak berjualan untuk para pedagang. Alasannya karena di dalam sepi, lebih laris di luar. Ini yang perlu dibenahi,” tulisnya.
Baca Juga: Festival Tanpa Batas Tampilkan Karya Seniman Disabilitas
Ia mengatakan, pasar itu harus ditata sehingga lebih rapi dan bersih. Dengan begitu, masyarakat merasa nyaman dan mau mengunjungi pasar.
“saya tidak ingin tradisi masyarakat Indonesia berbelanja di pasar sampai pudar. 70 persen ekonomi kita ada di pasar tradisional. Kita harus mampu memajukan pasar tradisional dan mensejahterkan para pedagangnya,” tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
-
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
-
Lalin Jakarta Pagi Ini: Senayan Lancar, Rindam Padat, Truk Tabrak Separator di Gatot Subroto
-
Massa Robohkan Gerbang Polda DIY! Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Demo Ricuh
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi