Suara.com - Dua organisasi jurnalis dunia, yaitu Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) dan Serikat Jurnalis Asia Tenggara (SEAJU) mengecam pelaporan pidana terhadap Abdul Manan, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen sekaligus salah satu inisiator IndonesiaLeaks.
Pelaporan itu dilakukan oleh pengacara Elvan Games ke Polda Metro Jaya, atas tuduhan IndonesiaLeaks melakukan pengaduan palsu pada penguasa.
"Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) dan Serikat Jurnalis Asia Tenggara (SEAJU) mengutuk pemidanaan ini dan menyerukannya agar segera dihentikan," dalam pernyataan tertulis IFJ dan SEAJU yang diterima Suara.com, Rabu (31/10/2018).
Kasus ini bermula ketika lima media yang tergabung dalam IndonesiaLeaks, yakni Tempo.co, KBR, Suara.com, Independen.id dan Jaring, menerbitkan laporan investigasi tentang dugaan perusakan barang bukti kasus suap impor daging oleh dua mantan penyidik KPK berlatar polisi.
Setelah laporan investigasi itu tayang awal Oktober 2018, berita tersebut cepat menyebar di media-media sosial dan menjadi buah bibir publik.
Namun, di lain sisi, banyak pula yang mencoba mendiskreditkan IndonesiaLeaks maupun hasil peliputan investigatif tersebut.
Misalnya, sejumlah media anggota IndonesiaLeaks sempat mengalami serangan denial of services (DDoS) pada laman mereka. Alhail, laman mereka sempat offline selama beberapa jam.
Tak sampai di situ, pada tanggal 23 Oktober, Abdul Manan sebagai inisiator dilaporkankan ke polisi secara pidana oleh pengacara Elvan Games.
Kemudian pada 24 Oktober, Elvan Games mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap Abdul Manan. Namun, pada tanggal 26 Oktober, penggugat membatalkan gugatan.
SEAJU menegaskan sangat menyayangkan pihak berwenang di Indonesia mengesampingkan laporan investigasi media-media anggota IndonesiaLeaks.
Pihak yang merasa dirugikan malah menekan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi melalui laporan pidana ke polisi.
"Kami berdiri bersolidaritas terhadap rekan-rekan kami di AJI dan media-media IndonesiaLeaks, serta percaya mereka tidak akan goyah dalam menghadapi intimidasi ini," tegas SEAJU.
Hal senada juga disampaikan IFJ, organisasi jurnalis internasional ini menetang keras kriminalisasi terhadap inisiator IndonesiaLeaks.
“Kami sangat menentang penggunaan hukum dan sistem peradilan untuk membungkam suara-suara kritis. Dewan Pers di Indonesia harus bertanggung jawab untuk menangani setiap keluhan yang dibuat terhadap IndonesiaLeaks atau media yang menerbitkan laporan tersebut,” tutur IFJ.
“Laporan investigasi sejumlah media itu menunjukkan integritas jurnalis, sehingga tak mudah didiskreditkan karena kemungkinan adanya implikasi politik. Kami bersolidaritas kepada Abdul Manan dan rekan-rekan media IndonesiaLeaks,” pernyataan IFJ.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?