Suara.com - Cerita unik kembali terjadi pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Salah satunya di Pekanbaru, Riau ada peserta SKD CPNS 2018 yang kedapatan membawa jimat berupa mantra yang diberi judul 'Doa Tawar Penghilang Gentar'.
Hal ini diungkap Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui akun Twitter @BKNgoid pada Rabu (7/11/2018). Berdasarkan keterangan Humas BKN, ada peserta SKD CPNS 2018 di titik lokasi Hotel Labersa, Kota Pekanbaru, Riau, yang membawa jimat berupa mantara yang ditulis di secarik kertas.
"Salah satu peserta di tilok Hotel Labersa Pekanbaru kedapatan membawa jimat," tulis Humas BKN.
Dari foto yang diunggah itu, tulisan di secarik kertas itu berisi mantra dan diberi judul Doa Tawar Penghilang Gentar. Mantra pada kertas tersebut ditulis cukup panjang.
"Doa tawar penghilang gentar. Hu Allah balu bali. Turunkan darah gemuruh aku, naikkan darah berani aku. Hanibali ketuban darah. Gugur bintang kacang. Gugur bintang di langit. Naikkan darah berani ke muka aku. Turunkan darah gemuruh ke kaki aku. Berkat doa aku tawan aku. Berkah kalimah La illa ha illa Allah Muhammadarrasulullah," demikian isi tulisan yang terdapat di secarik kertas tersebut.
Tak pelak unggahan foto kertas berisi mantra itu ramai disoroti netizen. Tak sedikit netizen yang kemudian justru mencibir para peserta SKD CPNS 2018 karena membawa jimat.
Terkait hal itu, Humas BKN menyarankan agar peserta SKD CPNS 2018 tak membawa jimat dan menyerahkan semua hasilnya kepada Tuhan.
"Jangan kau ragukan Tuhan dengan menggunakan hal tersebut. Cukup dengan doa wajib dan sunahmu dan doa orang tuamu. #2019JadiASN," demikian Humas BKN.
Baca Juga: Temuan Limbah Kondom di Gubuk Diduga Sarang Prostitusi
Berita Terkait
-
Gokil, Pengantin Wanita Ini Kabur dari Pernikahan untuk Tes CPNS
-
Demi Tes CPNS, Pemuda di Riau Nekat Tinggalkan Resepsi Pernikahan
-
Dosen di Riau Sulap Biji Durian Jadi Makanan Bayi Kurang Gizi
-
Belasan Peserta CPNS Madiun Simpan Jimat Saat Ikut Seleksi
-
Izin Mau Tes CPNS, Gadis Jambi Malah Asyik Mesum di Hotel
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Dedi Mulyadi Jemput 13 Korban LC di NTT, Pastikan Proses Hukum Tetap Berlanjut!
-
Soal Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Ketua Komisi X: Alarm Sosial dan Ujian Komitmen Kebangsaan
-
Menteri PPPA Minta Hukum Transparan Bagi Oknum Brimob Penganiaya Anak di Tual
-
Nekat Jualan di Trotoar Tanah Abang, Wali Kota Ancam PKL Bandel dengan Pidana Ringan!
-
Fenomena WNI Jadi Tentara Bayaran Negara Lain, Pakar HI Ingatkan Pemerintah Soal Ini
-
Waspada Penipuan! Eks Brimob di Pasukan Rusia Ingatkan WNI Soal Link Rekrutmen Bodong
-
8 Fakta Tewasnya El Mencho, Dari Status 'Kode Merah' hingga Ancaman Perang Saudara Kartel
-
Busyro Muqoddas soal Vonis Perdana Arie: Ada Secercah Keadilan, Tapi Idealnya Bebas Murni
-
Pelihara Bandar? Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp13 Juta Tiap Minggu
-
Pramono Anung Mau Sulap 153 Pasar Jakarta Jadi Destinasi Global