Suara.com - Turki mengatakan telah berbagi rekaman yang terkait dengan pembunuhan wartawan dan penulis Jamal Khashoggi dengan AS, Inggris, Arab Saudi dan lain-lain.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan pernyataannya bahwa Arab Saudi tahu siapa yang telah membunuh Khashoggi.
Khashoggi tewas di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.
Arab Saudi diduga berada di belakang aski pembunuhan itu, membantah tuduhan bahwa keluarga kerajaannya terlibat.
Awalnya, penulis telah meninggalkan konsulat tanpa cedera. Saudi juga membantah komentar yang diduga dibuat oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman yang menggambarkan Khashoggi sebagai seorang Islamis berbahaya.
Panggilan telepon ke Gedung Putih datang sebelum Arab Saudi, dan Khashoggi telah terbunuh.
Masih belum ada konsensus jika rekaman Khashoggi telah diedit atau tidak. Namun, seperti diketahui dia memasuki konsulat untuk memilah dokumen pernikahannya.
Awalnya, media Turki mengutip bahwa pemerintahannya memiliki rekaman audio yang membuktikan bahwa Khogoggi telah disiksa sebelum dibunuh.
Pekan lalu, bagaimanapun, Turki mengatakan dia telah dicekik segera setelah memasuki konsulat dan nyawanya pun dihilangkan "sesuai rencana yang dibuat sebelumnya".
Baca Juga: Begini Pandangan Putra Mahkota Saudi Tentang Jamal Khashoggi
Tidak ada mayat yang ditemukan dan seorang pejabat Turki mengatakan telah dihilangkan.
Sementara pemerintahan Arab Saudi telah mengubah pernyataan tentang apa yang terjadi pada Khashoggi.
Ketika dia pertama menghilang, mereka mengatakan dia berjalan keluar dari gedung dalam keadaan masih bernyawa. Kemudian dikatakan bahwa Khashoggi telah dibunuh dan merupakan hasil dari "operasi gelap".
Telah ditangkap 18 tersangka yang, katanya, akan dituntut di Arab Saudi. Turki ingin tersangka diekstradisi.
Turki belum secara terbuka menyalahkan Arab Saudi atas pembunuhan itu.
"Kami memberikan rekaman, kami memberikannya kepada Arab Saudi, kami memberikannya ke Washington, ke Jerman, ke Prancis, ke Inggris," kata Presiden Erdogan dalam pidato televisi, Sabtu (10/11/2018) waktu setempat.
"Mereka mendengarkan percakapan yang terjadi di sini, mereka tahu," katanya.
Namun, tidak ada negara lain yang mengaku telah mendengar rekaman tersebut. Seperti Kantor Luar Negeri Inggris belum mengkonfirmasi salinan kaset.
Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, telah meminta para pemimpin dunia untuk "membawa para pelaku ke pengadilan". [BBC]
Berita Terkait
-
Snowden: Saudi Gunakan Spyware Israel Lacak Khashoggi
-
Erdogan: Perintah Pembunuhan Khashoggi dari Level Tertinggi Saudi
-
Begini Pandangan Putra Mahkota Saudi Tentang Jamal Khashoggi
-
Uni Eropa Desak Saudi Hukum Semua Pembunuh Jurnalis Khashoggi
-
Ini yang Terjadi pada Jamal Khashoggi: Dicekik Terlebih Dahulu
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement