Suara.com - Jaringan Advokasi Tambang mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi bersikap progresif, dalam mencegah serta memberantas praktik korupsi pada sektor sumber daya alam, terutama pertambangan.
Kepala Kampanye Jatam Melky Nahar mengatakan, gerak KPK dalam menelisik korupsi pertambangan selama ini masih sebatas menyoal administratif.
Melky menuturkan, KPK bergerak hanya berbasis pada persoalan administrasi terkait sertifikasi Clean and Clear (CnC).
Padahal, kata Melky, KPK seharusnya juga menelusuri terkait dugaan praktik koropusi yang melibatkan penjabat dan penegak hukum.
"KPK seharusnya bisa mengusut dugaan praktik korupsi yang dilakukan oleh korporasi, termasuk oleh penegak hukum itu sendiri," tutur Melky dalam diskusi bertajuk "Korupsi Sektor Tambang dan Nasib Ruang Hidup Warga" di Jakarta Pusat, Minggu, (11/11/2018).
Melky mengungkapkan, Jatam telah memfasilitasi warga bertemu dengan KPK untuk melaporkan terkait persoalan korupsi yang ditemukan di area tambang.
Misalnya, terus Melky, laporan warga di Sumatera Utara, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Riau. KPK diharapkan bisa mengambil langkah lebih jauh atas pelaporan tersebut.
"Yang dibutuhkan hari ini KPK bisa bekerja lebih keras. KPK tidak bisa mengandalkan kepolisian, termasuk kejaksaan yang bagi kami, mereka tidak bisa diharapakan," pungkasnya.
Baca Juga: Interview: Cerita Pilu Lesti D'Academy Sebelum Sukses
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan