Suara.com - Sejumlah anak-anak jalanan di wilayah Jawa Tengah ternyata tak hanya menggunakan air rebusan pembalut wanita untuk mabuk, tapi juga mencampur bahan-bahan kimia lain yang berbahaya bagi tubuh.
Hal itu diungkapkan Psikolog Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Indra Dwi Purnomo, kepada Semarangpos—jaringan Suara.com, Minggu (11/11/2018).
Indra yang mendapat tugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng menangani anak jalanan pecandu obat-obatan berbahaya mengakui, mendapatkan fakta yang mengejutkan.
"Kadang mereka mengonsumsi air rebusan pembalut itu dengan pil, seperti excimer, riklona, dan antimo. Bahkan, ada yang mencampurnya dengan Autan [lotion pengusir nyamuk] atau sambil mengisap obat nyamuk batang," ujar Indra.
Indra menyebutkan, pengguna air rebusan pembalut itu mayoritas merupakan remaja usia 13-16 tahun. Mereka merupakan anak jalanan dari berbagai daerah di Jateng, seperti Purwodadi, Pati, Rembang, bahkan Semarang bagian timur.
"Mayoritas anak jalanan yang kami tangani berasal dari daerah pinggiran. Karena saya menanganinya di kantor BNN Jateng, jadi ya di Semarang," kata lelaki yang sempat menjabat sebagai ketua Center of Addiction Studies (CAS) Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang itu.
Indra menambahkan, perilaku menyimpang remaja ini sebenarnya sudah lama terjadi. Mereka melakukan hal tersebut hanya untuk mencari kesenangan dengan alternatif yang murah.
Mayoritas remaja yang melakukan merupakan anak jalanan serta memiliki permasalahan keluarga. Mereka lari dari rumah dan bertemu rekan sebaya yang senasib.
"Ada yang lari dari rumah karena broken home (orang tua bercerai). Ada juga yang karena sering dimarahi orang tua. Intinya mereka tak betah di rumah dan akhirnya lari ke jalanan," beber lelaki yang tengah menjalani studi S3 di Malaysia itu.
Baca Juga: Merpati Airlines Akan Diterbangkan? Sri Mulyani Buka Suara
Oleh karena itu, Indra menyarankan para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pengawasan terhadap anak. Anak usia remaja rentan mengalami permasalahan karena tengah mencari jati diri.
"Perlu komunikasi yang baik dengan anak. Budayakan mengobrol dengan mereka, jangan terlalu melarang. Karena kalau dikekang, anak justru akan tertekan dan mencari pelampiasan di luar," beber Indra.
Berita ini kali pertama diterbitkan Semarangpos.com dengan judul “Duh, Tak Hanya Air Rebusan Pembalut, Anak Jalanan di Jateng Juga Nge-Fly Pakai Ini...”
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kecelakaan atau Bunuh Diri? Polisi Usut Kematian Siswi SMA Tertabrak KRL di Jurangmangu
-
Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding
-
Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru
-
Ojol Bakal Jadi UMKM, Maman Bantah Isu Pengemudi Bakal Kena Pajak
-
Wisata Religi di Tengah Jakarta, Menelusuri Jejak Integritas Guan Gong di Kelenteng Tian Fu Gong
-
Selamatkan Nasib PPPK, Mendagri Tito Guyur Rp18,9 Triliun Agar Tak Ada yang Nganggur
-
Pemerintah Mau Pungut Pajak Pemilik Rumah Kontrakan? Ini Kata DJP
-
Viral Kurir SPX Express Kembalikan Uang Rp92 Juta, Ini Sosok di Balik Itikad Jujurnya
-
Jelang HUT RI ke-81, Penjualan Baju Adat Anjlok 50 Persen: Agustusan Kalah Ramai dari Kartini
-
Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini