Suara.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Lena Maryana Mukti angkat bicara perihal pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Titiek Soeharto yang menyebut uang Rp50 ribu sekarang tidak cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Lena pun justru menyebut, mata uang Rp50 ribu terlalu kecil untuk kehidupan Titiek yang masih memiliki trah keluarga Cendana.
"Ya mungkin standarnya bu Titiek beda ya dengan masyarakat kebanyakan dan mungkin Rp 50 ribu buat bu Titiek hanya buat tukang parkir atau pergi ke restoran mewah Rp 50 ribunya dikasih ke tukang parkir," ujar Lena di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (19/11/2018).
Menurutnya, uang Rp50 ribu buat warga Indonesia sudah cukup untuk membeli bahan-bahan pokok untuk dihidangkan di rumah. Bahkan, Lena mengklaim sudah mempraktekkan uang Rp 50 ribu untuk berbelanja di Pasar Kranggan, Yogyakarta.
"Di pasar itu bisa dicampur-campur cabai bawang merah, bawang putih, tomat Rp 5ribu atau Rp 10 ribu dapat, kemudian beras satu liter masih dapat Kemarin saya ke Pasar Kranggan, pagi-pagi belanja ayam Rp 20 ribu banyak banget dapatnya. Kemarin (ayam) yang besar sekali 1 kg memang Rp 40 ribu, tapi memang ada ayam yang Rp 20 ribu, satu ekor Rp 25 ribu masih dapat," kata dia.
Lena juga mengaku sudah menanyakan langsung kepada warga yang berbelanja kebutuhan pokok di pasar. Menurutnya, uang Rp 50 ribu masih bisa cukup untuk membeli bahan yang dimasak seperti daging ayam.
"Ini bukan sekedar kampanye atau sosialisasi ke masyarakat, tapi betul-betul mengalami itu. Jadi kalau Rp 25 ribu sudah dapat ayam, saya tanya (ke salah satu ibu) yang beli ayamnya Rp 25 ribu, saya tanya masih dapat? dia bilang masih dapat," tutur Lena.
Politisi PPP itu menyarankan puteri mantan Presiden kedua Soeharto itu untuk terjun langsung ke pasar tradisional untuk mengetahui kondisi pasar sebenarnya.
"Jadi mungkin standar bu Titiek itu yang berbeda ya, berbeda ketika menghitung. Jadi sekali kali bu Titiek pergilah ke pasar-pasar tradisional. Tadi Rp 5 ribu bisa dapat lengkap bumbu dapur dengan sekaligus cabe bawangnya, kemudian beras kemudian telur seperapat masih bisa," tutur Lena.
" Kemudian telur seperapat kemarin harga telur Rp 24 ribu, kalau setengah Rp 12 ribu, seperapat Rp 6 ribu masih bisa, pisang apalagi mangga buah-buahan sekarang kan sedang melimpah.Jadi masih lhamdulilah Rp 50 ribu masih bisa belanja masih bisa memberikan makan untuk keluarganya," tandasnya.
Sebelumnya, Titiek Soeharto mengkritik pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak berhasil menciptakan swasembada pangan. Titiek juga menyebut soal kesenjangan antara kaya dan miskin yang makin lebar. Kata Titiek, uang Rp50 ribu sekarang tidak cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Angel Lelga Main Serong, Vicky Prasetyo Nyanyikan Lagu Ini
"Kesenjangan antara si kaya dan si miskin makin lebar. Ibu-ibu punya uang sekarang Rp 50 ribu, ibu-ibu bisa beli apa kalau ke pasar, sementara yang kaya tambah kaya yang miskin tambah miskin," ujar Titiek di hadapan relawan pendukung Prabowo-Sandi di Cilegon, Rabu (14/11/2018).
Tag
Berita Terkait
-
Ikut Jokowi ke Pasar, Iriana Beli Telur Tak Minta Uang Kembalian
-
Dear Bu Titiek Soeharto, Rp 50.000 Suara.com Bisa Masak Enak Lho
-
5 Pasar Unik Anti Mainstream yang Hanya Ada di Indonesia
-
Jubir Jokowi: Saya Nahdliyin Menyesalkan Tindakan Sandiaga
-
Jokowi Blusukan ke Pasar, Sandiaga : Saya Acungkan Jempol
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang