Suara.com - Sikap Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais yang akan menjewer Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir yang membebaskan warga Muhammadiyah menentukkan pilihan dalam Pemilihan Presiden seharusnya tidak patut dilontarkan. Pernyataan tersebut seharusnya bukanlah konsumsi publik.
Hal itu dinyatakan Pengamat politik yang juga Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti. Ray menilai akan berdampak pada terganggunya wibawa Haidar sebagai Ketua Umum yang tampak disetir dari eksternal Muhammadiyah.
"Itu mungkin bukan konsumsi publik ya, meskipun bocor. Kalau itu untuk dikonsumsikan publik sangat tidak patut itu kan," ujar Ray di D'Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta, Rabu (21/11/2018).
"Pada tingkat tertentu, seperti pak Haidar ini bisa disetir oleh kekuatan dari luar kan kira-kira meskipun sama-sama Muhammadiyah. Ya pada tingkat tertentu mungkin membuat wibawa pak Haidar merasa terganggu. Tapi kalau memang dimaksud dari awal itu pernyataan Amin pernyataan publik, saya pikir pernyatann itu tidak patut, karena bagaimana pun seolah-olah membuat wibawa nama pak Haidar berkurang di mata masyarakat," kata dia.
Ray pun menceritakan ketika bersama-sama menjadi aktivis tahun 1998, Amien yang masih menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah tak pernah membawa-bawa organisasi yang dipimpinnya untuk mengkritik pemerintahan Presiden Soeharto.
Karena itu seharusnya Amien bersikap yang sama tak membawa-bawa Muhammadiyah di Pilpres 2019, seperti halnya sikap Amien ketika itu saat menggulingkan pemerintahan Soeharto.
"Pak Amien itu nggak pernah membawa nama Muhammadiyah, bahkan ketika itu dalam pososi Muhammadiyah ketika itu, beliau hanya figurnya, Amien Rais tokoh intelektual saat itu kebetulan Ketua PP Muhamadiyah, tapi dalam hal mengkritik pak Harto, melawan pak Harto beliau tidak pernah membawa Muhammadiyah. Saya pikir itulah sikap yang paling patut," kata dia.
Karena itu, dirinya menyerahkan hal tersebut kepada pengurus Muhammadiyah terkait pernyataan yang dilontarkan Amien.
"Biarkanlah organisasi ini menjawab sendiri tantangannya yang mereka alami. Jadi tidak perlu jewer menjewer. Menurut saya generasi itu mengerti apa yang mereka lakukan," tandasnya.
Baca Juga: Kubu Jokowi Berharap Muhammadiyah Tidak Terseret Politik Praktis
Sebelumnya, Amien Rais meminta Muhammadiyah bersikap memilih calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019. Jika tidak, Amien Rais akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir.
"Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nasir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di Pilpres. Kalau sampai seperti itu akan saya jewer," ujarnya di sela Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa (20/11/2018) kemarin.
Amien Rais menilai sikap Haedar Nasir bukan fatwa jika pimpinan menyerahkan sendiri-sendiri ke kader terhadap siapa suaranya akan diberikan. Sehingga dibutuhkan ketegasan demi terwujudnya pemimpin yang sesuai harapan.
"PP Muhammadiyah tidak boleh diam saja atau tidak jelas sikapnya untuk menentukan pemimpin bangsa ini di periode 2019-2024," kata Amien Rais.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus
-
Gedung Putih Tak Pasang Target Akhiri Perang Iran, Minta Dana Tambahan Rp3.394 Triliun
-
Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Dibangun Dengan Kepedulian
-
Waketum MUI Cholil Nafis Imbau Umat Islam Hormati Nyepi, Takbir Tak Pakai Pengeras Berlebihan
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina